Sosial
Proses Vaksinasi Hampir Diselesaikan, Hewan Ternak Gunungkidul Dipastikan Aman Dijual Saat Idul Adha
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Para peternak di Gunungkidul bisa menghirup nafas lega. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyatakan proses penyuntikan vaksin terhadap ternak di wilayah endmik anthraks saat ini telah hampir diselesaikan. Setelah itu, nantinya hewan-hewan ternak Gunungkidul dipastikan bisa dijual untuk keperluan kurban pada pertengahan Agustus mendatang. Sebelumnya, DPP sempat melarang hewan ternak di Gunungkidul khususnya yang dari dan ke wilayah Desa Bejiharjo dan sekitarnya untuk aktifitas jual beli.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, saat ini sudah ribuan ekor ternak yang dilakukan vaksinasi. Adapun rinciannya adalah sapi sebanyak 633 ekor dan kambing 1423 ekor. Ternak-ternak tersebut adalah yang berada di zona merah dan kuning.
Zona merah sendiri terdiri dari Dusun Grogol I,II,III,IV,V di Desa Bejiharjo, Karangmojo, hingga wilayah Wonosari yang berbatasan Grogol IV, yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar III di Desa Karangtengah.
Sementara untuk zona kuning, yakni di Padukuhan Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo Desa Bejiharjo. Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang.
“Setelah dilakukan vaksinasi ditunggu beberapa hari,” terang Bambang, Kamis (11/07/2019).

Bambang menambahkan, pemberian vaksin ini menimbulkan beberapa resiko diantaranya sampai mengakibatkan kematian pada hewan ternak. Selain vaksinasi, menjelang Idul Adha juga akan dilakukan sosialisasi kepada takmir masjid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Harapannya setelah dilakukan sosialisasi maka mereka paham tentang penyakit antraks.
“Sosialisasi ini penting untuk mengetahui tentang penyakit antraks. Kurban pada 11 Agustus mendatang kita pastikan semua hewan yang beredar sehat,” kata dia.
Pihaknya sampai sekarang masih melakukan penelusuran asal mula antraks sampai ke Gunungkidul. Diakuinya wilayah lain di sekitar Gunungkidul seperti Wonogiri, Pacitan, hingga Kulon Progo pernah terjadi kasus antraks, sehingga dari prediksi para ahli jauh hari Gunungkidul kemungkinan besar bisa terpapar penyakit berbahaya itu.
“Untuk saat ini penyebarannya masih di sekitar Grogol IV,” ucap dia.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan menjelaskan kejadian hewan terjangkit anthraks baru pertama kali terjadi di kabupaten Gunungkidul, dan ada banyak kemungkinan anthrax bisa terbawa masuk ke Gunungkidul.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
