Sosial
Jalani Ritual Kejawen Saat Pindahan, Pedagang Pasar Playen Berharap Tetap Laris Manis di Lokasi Anyar
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah puluhan tahun menghuni Pasar Playen, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, pada Selasa (01/05/2018) pagi tadi, para pedagang akhirnya diharuskan pindahan. Namun kepindahan ini hanya sementara sembari menunggu proses pembangunan pasar tradisional terbesar di Kecamatan Playen ini. Untuk sementara, para pedagang akan dipindahkan ke pasar darurat yang dibangun di Lapangan Desa Playen, Kecamatan Playen.
Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Pasar Playen dalam waktu dekat ini akan dibangun oleh Pemkab Gunungkidul. Pembangunan yang rencananya akan dilakukan dalam 2 tahap ini akan menyedot anggaran hingga mencapai 6 miliar rupiah.
Pagi tadi, puluhan pedagang mengggelar acara prosesi pindahan dengan menggunakan prosesi adat Jawa. Setelah memanjatkan doa-doa, para tokoh mengambil tanah dari pasar yang lama dan diarak ke pasar sementara. Tanah Pasar Playen tersebut lalu dikubur di lokasi pasar sementara. Adanya prosesi diharapkan nantinya meskipun berpindah tempat, lokasi pasar yang baru akan tetap ramai pembeli dan mendatangkan rezeki bagi para pedagang.
Kepala Desa Playen, Surahno yang hadir dalam prosesi pindahanpedagang Pasar Playen ini sangat menyambut baik pemindahan para pedagang Pasar Playen ke wilayahnya. Ia sangat berharap agar nantinya aktifitas di pasar darurat tersebut bisa memicu kegiatan ekonomi lainnya di Desa Playen.
Surahno bahkan menyatakan siap untuk menampung seluruh pedagang yang ingin berjualan di pasar darurat. Jika nantinya memang lapak-lapak yang dibangun pemerintah masih kurang mencukupi, pihaknya siap untuk membangun.

“Jangan sampai para pedagang tidak kebagian lapak. Kita siap untuk membangun,” beber Surahno, Selasa siang.
Ia menambahkan apabila Pemerintah Desa Playen sangat untuk membantu Pemkab Gunungkidul dalam menambah fasilitas di pasar darurat tersebut. Salah satu yang cukup mendesak adalah terkait dengan pengaturan saluran limbah. Pihaknya sudah mempersiapkan lokasi di sebelah selatan lapangan yang bisa digunakan untuk lokasi peresapan limbah.
“Pun demikian untuk saluran air yang belum sempurna,kita sangat berharap agar tahun ini bisa lancar,” ucap dia.
Ia sendiri juga berharap nantinya pasar darurat ini bisa dikembangkan menjadi pasar desa Playen. Jika nantinya Pasar Playen sudah selesai dibangun dan para pedagang pindah ke lokasi lama, ia berinisiatif akan merubah bekas pasar darurat itu menjadi pasar buah serta sayur. Selama ini ia melihar di Pasar Playen, belum ada pasar sayur dan buah yang sebenarnya menjadi komoditi utama para petani di Playen.
“Mudah-mudahan terus berkelanjutan dan bisa berkembang,” ucapnya sumringah.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Ari Setiawan menjelaskan, pembangunan Pasar Playen diproyeksi akan berlangsung selama dua tahun. Pada tahap pertama pada tahun 2018 ini, pihaknya menggelontorkan anggaran senilai 2,5 miliar untuk pembangunan tahap awal. Sementara pada tahun anggaran berikutnya, telah disiapkan anggaran senilai 3,5 miliar.
“Anggaran diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Gunungkidul,” beber dia.
Ari menambahkan, ia meminta para pedagang untuk memaklumi adanya sejumlah kekurangan fasilitas di pasar darurat ini. Menurutnya, segala kekurangan ini tak lepas dari minimnya dana yang didapat. Pada pembangunan pasar darurat ini, pihaknya hanya mendapatkan dana sebesar 200 juta yang habis untuk pembangunan lapak dan sejumlah fasilitas lain.
“Nanti pada APBDP akan kita usulkan sehingga fasilitas pasar darurat bisa segera dilengkapi,” lanjutnya.
Kepindahan ke Lapangan Serba Guna Desa Playen Disambut Optimisme Pedagang
Kepindahan ke lokasi sementara tidak membuat para pedagang khawatir akan kehilangan pendapatan. Para pedagang Pasar Playen bahkan sangat optimis kepindahan lokasi pasar itu tak akan berpengaruh banyak terhadap omset mereka. Pasalnya, para pelanggan sudah mengetahui bahwa untuk sementara para pedagang berpindah ke pasar darurat.
Salah seorang pedagang Ngadilah mengaku sangat senang dengan rencana pembangunan Pasar Playen. Kepindahannya pun tidak menjadikan beban berarti untuk dia.
"Saya beranggapan, apa yang direncanakan pemerintah itu yang terbaik. Terimakasih juga sudah diberikan tempat pindah sementara yang nyaman ini," kata Ngadilah.
Terpisah, Ngatmi pedagang yang menempati pasar lama sejak tahun 1985 mengaku yakin dagangannya tetap akan laris. Sebab dirinya mempunyai pelanggan setia yang membeli bumbu dapur dagangannya.
"Kami berharap agar pelanggan tetap kembali. Jadi ya tidak khawatir, semoga tambah laris manis," pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
