Connect with us

Sosial

Keracunan Massal Usai Santap Makanan Takjil di Masjid, Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah warga Padukuhan Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari pada Sabtu (10/06/2018) malam kemarin dilarikan ke rumah sakit. Para warga tersebut mengalami keracunan setelah menyantap makanan takjil di Masjid setempat. Hingga berita ini dilansir, sedikitnya 9 orang warga sempat mendapatkan perawatan di sejumlah klinik dan rumah sakit meski kemudian diperbolehkan pulang. Sementara 2 orang lainnya harus menjalani rawat inap. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah mengingat berdasarkan informasi yang masuk, ada beberapa warga pula yang dilarikan ke sejumlah klinik dan rumah sakit yang berbeda.

Kejadian keracunan massal sendiri bermula ketika warga mendapatkan makanan takjil berupa nasi telur serta minuman dawet merah yang dibagikan ke Masjid Nurjanah Padukuhan Karangasem, RT 04/09, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari pada Jumat petang kemarin. Mulanya seusai menyantap makanan tersebut, warga tak merasakan apapun. Pada keesokan harinyalah kemudian warga mulai merasakan pusing dan mual. Meski telah berselang beberapa waktu, keluhan tersebut tak kunjung hilang dan bahkan semakin parah. Lantaran kondisinya semakin memburuk, pada Sabtu malam, sejumlah warga lantas dilarikan ke Klinik Multazam, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari.

Berita Lainnya  Ayo Gass, Program Unggulan Immawan-Martanty Bantu Belasan Ribu Pengusaha Muda Gunungkidul

Adapun warga yang dilarikan ke rumah sakit adalah, Wastiyani (23), Revandi (9), Dita Ramadhani (9), Nina Septiyana Ambarwati (23), Via Vebriyanti (7), Rahmadani Ananda Savira (7), Alvian Arif Irawan (14) Suhartini (27), Turasmi (29), Muhammad Dian Saputra (8) dan Alvian Marvel Saputra (10) di mana kesemuanya merupakan warga Padukuhan Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari.

Dokter di Klinik Multazam, dr. Iip WIbawa membenarkan adanya pasien keracunan massal yang masuk ke kliniknya. Semua pasien memiliki riwayat keluhan yang sama yaitu mengalami pusing dan muntah. Dari hasil pemeriksaan tim medis, para pasien tersebut didiagnosa menderita GEA Gastroen Teritis Akut (diare) serta fomitus (mual dan muntah). Setelah mendapatkan perawatan selama beberapa waktu, sebanyak 9 pasien diperbolehkan pulang, 1 orang mendapatkan observasi khusus, serta 1 lainnya harus menjalani rawat inap.

Berita Lainnya  Potensi Punahnya Profesi Petani di Tengah Rendahnya Minat Kalangan Muda

“Semua warga yang datang mengaku memang menyantap hidangan takjil. Satu orang yang hingga saat ini dirawat inap adalah Alvian Marel Saputra,” kata Iip, Minggu (10/06/2018) siang.

pidjar-com-525357.hostingersite.com berusaha mengali informasi dari petugas jaga di Klinik Muktazam. Diperoleh keterangan bahwa pasien tidak hanya berjumlah 9 orang. Bahkan sampai dengan Minggu pagi tadi, masih ada warga yang datang ke klinik untuk memeriksakan diri atas keluhan yang sama.

Ketika pidjar-com-525357.hostingersite.com berusaha menggali informasi dengan Alvian Marvel, pihak keluarga tidak berkenan untuk diwawancarai. Kondisi Alvian sendiri masih dalam keadaan lemas. Dirinya hanya bisa berbaring istirahat di tempat tidur.

Diperkirakan, korban akibat keracunan makanan takjil ini diperkirakan mencapai puluhan orang. Hal ini lantaran diperoleh informasi, bahwa selain masuk ke klinik Multazam, banyak warga yang juga dilarikan ke klinik lainnya antara lain, Klinik Mulo, PKU Muhammadiyah, klinik dr Budi Jeruksari, maupun yang lainnya. Perkiraan jumlah korban sendiri diperkirakan sangat banyak lantaran selain dibagikan di Masjid Nurjanah Karangasem, makanan takjil juga dibagikan di 2 Masjid lainnya di Padukuhan Karangasem yaitu Masjid Darussalam, serta Masjid Dusun Karangasem.

Berita Lainnya  Seratusan Perusahaan di Gunungkidul Nunggak Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Bakal Libatkan Kejaksaan

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler