Connect with us

Pemerintahan

Potensi Punahnya Profesi Petani di Tengah Rendahnya Minat Kalangan Muda

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Peran petani sangatlah penting bagi ketersediaan pangan di masyarakat. Namun begitu, profesi petani sendiri saat ini cenderung kurang diminati oleh kalangan muda. Terbukti dari usia para petani saat ini yang mayoritas sudah masuk usia senja.

Menggaet pemuda untuk menggeluti dunia pertanian menjadi tantangan tersendiri saat ini di tengah masih derasnya arus urbanisasi yang mana para pemuda lebih memilih untuk bekerja di kota daripada menjadi petani di kampung. Bahkan Bappenas memperkirakan, jika trend semacam ini terus berlanjut, profesi petani sudah tidak ada pada tahun 2063. Perkiraan tersebut berangkat dari semakin turunnya rasio petani tiap tahunnya. Misalkan saja secara nasional, pada tahun 1976 pekerja di sektor pertanian mencapai 65,8%. Kemudian pada tahun 2019, rasio pekerja di sektor pertanian hanya tinggal menyisakan 28% saja.

Berita Lainnya  Diproyeksi Ada Kenaikan 47 Ribu Penumpang Hari Ini, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Himbau Penumpang Jaga Barang Bawaannya

Kepala Seksi Ketenagaan Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bowo Purno Katoto, mengungkapkan, sesuai dengan program dari pemerintah pusat, saat ini pemerintah daerah diminta untuk menciptakan petani-petani muda. Hal tersebut sebagai upaya untuk mempertahankan profesi petani sebagai ujung tombak dalam ketersediaan pangan baik daerah maupun nasional.

“Kementerian Pertanian ada program untuk menumbuhkan petani muda, petani muda sendiri yang dimaksud adalah yang berusia antara 19 tahun sampai 39 tahun. Nah memang di pemerintah pusat itu ada draft di tahun 2021 sampai 2024 menciptakan 500 ribu petani muda setiap tahunnya,” ucap Bowo, Jumat (03/12/2021).

Ia menyampaikan jika berbagai upaya telah dilakukan oleh pihaknya untuk menarik pemuda agar terlibat di sektor pertanian. Di Gunungkidul sendiri, pada tahun 2021 ini ditargetkan menumbuhkan sebanyak 220 hingga 250 petani muda. Gunungkidul yang kaya akan potensi pertanian, menurutnya perlu peran pemuda untuk berperan dalam mengelolanya. Dari data yang ia miliki, melalui jaringan petani nasional sudah terdapat 248 petani muda baru yang terjaring di Gunungkidul.

“Sudah ada 248 petani muda di Gunungkidul yang terjaring melalui jaringan petani muda. Para petani itu berasal dari berbagai bidang pertanian, misalnya tanaman pangan, holtikultura, perkebunan dan lainnya. Semuanya itu bersifat perseorangan,” imbuh dia.

Bowo menambahkan, jika selain adanya petani muda yang terjaring melalui jaringan petani nasional, juga ada petani muda yang sudah tergabung di 27 kelompok taruna tani yang tersebar di 11 Kapanewon yang jumlah anggotanya mencapai 585 orang. Ia berharap minat pemuda dalam sektor pertanian semakin meningkat meskipun di tengah tantangan di zaman sekarang. Selain itu, ia berharap agar pemerintah daerah lebih memfasilitasi para petani muda seperti disediakannya tempat khusus untuk pertemuan dan fasilitas sektor pertanian lainnya untuk para petani muda.

Berita Lainnya  Galaunya Warga Semugih dan Karangwuni, Sudah 2 Minggu Aliran PDAM Mati

“Sekarang juga sudah ada 6 duta petani milenial yang penghasilannya Rp 20 juta, juga ada satu orang yang jadi duta petani andalan yang penghasilannya Rp 50 juta. Tentu harapannya agar fasilitas untuk petani muda ini lebih ditingkatkan, misalnya disediakan tempat khusus untuk aktifitas petani muda,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler