Pemerintahan
Usai Rapat Paripurna, Ketua DPRD Ungkapkan Kekecewaanya Kepada Para Kepala Dinas
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Senin (04/11/2019) siang kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul menggelar Sidang Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap RAPBD 2020. Namun begitu, tidak hadirnya semua OPD terkait dari eksekutif membuat jalannya sidang tidak berjalan maksimal. Hal ini membuat Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Endah menyayangkan tidak hadirnya seluruh kepala OPD di lingkup Pemkab Gunungkidul. Dengan agenda sepenting ini, absennya para Kepala OPD ini tentu menghambat jalannya rapat. Dikhawatirkan nantinya, OPD tidak bisa menjawab pandangan umum fraksi terkait dengan pencermatan APBD di masing-masing OPD.
“Undangan sebenarnya sudah kita sampaikan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi sedikit yang hadir. Ada 17 kepala OPD tidak hadir hanya mewakilkan. Bahkan seluruh camat mewakilkan,” ujar Endah kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (05/11/2019).
Ia menambahkan, hal tersebut disampaikan bukan karena karangan semata. Namun dirinya mencermati seluruh daftar hadir. Sehingga hal ini menjadi catatan tersendiri oleh pihaknya.
“Dilihat dari daftar hadirnya kelihatan, memang kebanyakan mewakilkan. Padahal ini kan pembacaan tanggapan atas perencanaan yang ada,” kata Ketua DPC PDIP Gunungkidul.

Ia bahkan menyebut, abainya Kepala OPD serta Camat dalam Rapat Paripurna pembahasan RAPBD 2020 merupakan inkonsistensi dalam pemerintahan. Sebab, pemerintah dalam hal meminta anggaran kepada DPRD yang notabene merupakan pemegang palu anggaran. Namun saat DPRD memberikan tanggapannya, pemerintah dianggap tidak ikut berjuang bersama rakyat.
“Saat DPRD memberikan tanggapan atas perencanaannya justru tidak ada kawan berjuang dalam menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.
Dianggapnya, pencermatan APBD dan pandangan umum fraksi terhadap RAPBD dianggap pemerintah hanyalah sebuah ritual tahunan. Padahal jika hal itu hanya dianggap sebagai seremonial paripurna, maka tidak akan berdampak apapun terhadap kinerja.
“Kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jadi pandangan umum fraksi dibacakan semua. Karena ini bentuk transparansi ada yang sampai 27 halaman. Semua dibaca,” ungkap dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
