Connect with us

Hukum

Keterlaluan, Pupuk Palsu Yang Dibuat Duo Pengusaha Ini Hanya Berbahan Batu Gamping dan Tanah Merah

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa waktu lalu jajaran Polres Klaten melakukan penggrebekan terhadap pabrik pupuk diduga palsu di wilayah Kecamatan Ponjong. Dari hal tersebut, jajaran Polres Gunungkidul melakukan pengembangan dan berhasil menggerebek dua pabrik pupuk lainnya yang berbahan dasar batu gamping, tanah dan pewarna tekstil. Selain melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka, pihak kepolisian telah mengirimkan sampel pupuk tersebut ke laboratorium.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula dari adanya penggrebekan yang dilakukan Polres Klaten ke sebuah pabrik di wilayah Kecamatan Ponjong.

“Di sana menangani laporan adanya indikasi distribusi pupuk palsu. Kemudian kita melakukan pengembangan, dan kita menemukan dua pabrik pupuk diduga palsu yang selama ini beroperasi di wilayah Kecamatan Ponjong,” ujar Agung, Jumat (06/03/2020).

Ia menambahkan, saat digerebek, pabrik pupuk palsu tersebut masih beroperasi. Sebanyak 8 orang karyawan tengah sibuk dalam memproduksi pupuk palsu tersebut. Tak ayal ketika polisi berhamburan, para pekerja langsung panik dan proses produksi pun terhenti. Kedelapan pekerja sendiri sempat diamankan dan dimintai keterangan. Dalam perkembangannya, mereka hanya sebatas berstatus sebagai saksi.

Berita Lainnya  Aniaya Pemuda Gunakan Celurit, Dua Pelaku Pembacokan Diamankan Polisi

“Yang kita tetapkan tersangka adalah dua orang pemilik pabrik dengan inisial SU (40) dan AA (29), keduanya warga Ponjong,” terang dia.

Pabrik pupuk palsu tersebut menurut Anak Agung telah beroperasi selama satu tahun terakhir. Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti bahan pembuatan pupuk serta peralatan yang digunakan.

“Bahannya ada batu gamping, tanah merah serta pewarna tekstil,” ucap Agung.

Pihaknya menduga pupuk tersebut tidak sesuai dengan standar yang ada. Sebab sejumlah pupuk yang diproduksi dengan berbagai merek dan jenis tersebut dibuat dengan bahan yang sama dan hanya dibedakan dengan warna dari pewarna pakaian.

“Ada merk NPK Protenimex, TSP-36, TS-36. Kita sudah kirim sampel untuk diteliti di laboratorium. Karena sampel kurang, kita kirim lagi dan sampai saat ini masih menunggu hasilnya,” terang dia.

Selain bahan baku pupuk, pihaknya juga mengamankan puluhan karung pupuk siap edar dengan berbagai merk. Biasanya, pupuk tersebut didistribusikan di wilayah Klaten dan Boyolali.

Berita Lainnya  Sesali Perbuatannya, Pelaku Peremas Payudara Menangis di Kantor Polisi

“Dari pengakuan para pelaku, pupuk itu dijual keluar wilayah Gunungkidul yakni Klaten dan Boyolali. Mereka selama ini hanya produksi sesuai pesanan. Paling banyak mereka mendapat pesanan Rp 14 juta,” jelasnya.

Pihak kepolisian sendiri juga masih memburu dua orang sebagai penyetok karung dengan merk tertentu. Sedangkan kepada dua orang pelaku tersebut diancam kurungan penjara selama 5 tahun atau denda 2 miliar rupiah.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler