Connect with us

Advertorial

Kewalahan Tangani Ribuan Monyet Yang Serang Lahan Pertanian, Petani Tepus Pasrah

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masyarakat di Desa Tepus, Kecamatan Tepus diresahkan dengan kemunculan ribuan monyet ekor panjang yang menyerang lahan pertanian. Monyet yang tergolong sebagai satwa yang dilindungi tersebut juga kerap sampai masuk ke rumah-rumah warga.

Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kepala Desa Tepus, Supardi mengatakan serangan ribuan monyet ini sudah terjadi sejak setahun terakhir. Monyet yang diperkirakan berjumlah ribuan tersebut menyerang dan merusak ladang milik petani. Tak hanya tanaman palawija saja, bahkan rerumputan pakan ternak ikut ludes dimakan monyet kelaparan itu.

“Biasanya hanya jagung saja yang dimakan, tapi saat ini ketela sampai dengan rumput pakan ternak sudah biasa diserbu setiap hari oleh ribuan kera,” kata Supardi, Jumat (07/08/2018).

Berita Lainnya  Sultan Akui Masih Sulit Atasi Masalah Kekeringan di Gunungkidul

Pihak pemerintah desa sendiri mengaku kewalahan menanggapi keluhan masyarakat yang merasa dirugikan oleh ulah monyet itu. Pasalnya, monyet ekor panjang sendiri termasuk satwa yang dilindungi sehingga tentunya tidak bisa dibasmi secara sembarangan.

“Keluhan masyarakat hampir setiap hari datang kepada saya. Langkah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menanami tanaman buah juga tidak manjur karena yang dimakan adalah lahan petani,” ujar dia.

Dikatakan Supardi, dampak serangan monyet memang sangat meresahkan dan merepotkan warganya. Setiap hari,warga harus berjaga di ladang sedari pagi hingga sore hari untuk mencegah monyet masuk ke ladang pertanian. Namun demikian upaya tersebut tidaklah berhasil karena kera dianggap sangat cerdik.

Berita Lainnya  Mengunjungi South Shore, Pool and Bar Atas Bukit dengan View Pantai Bak Santorini di Gunungkidul

“Apa mungkin petani kita harus berjaga terus, malam hari atau saat petani pulang kera langsung menyerbu,” imbuh dia.

Ia menambahkan, selain monyet, landak juga menjadi hama bagi petani Tepus. Terlebih aktifitas mamalia soliter tersebut sangat susah dipantau karena merupakan hewan nokturnal.

“Landak juga dilindungi, kami tidak berani membasmi karena ada undang-undang yang mengatur. Kami harap ada respon dari pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan dan Pengelolaan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Johan Wijayanto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi terkait masalah serangan monyet yang meresahkan petani itu. Ia juga membenarkan bahwa dua hewan itu merupakan satwa yang dilindungi.

Berita Lainnya  Bikin Promo Lagi, Bayar 1 Juta Bisa Dapat Rumah di Pusat Kota

“Monyet ekor panjang dan landak memang tergolong satwa yang dilindungi. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang no 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam,” ujarnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler