Connect with us

Info Ringan

Enam Tips Merawat Tanah Agar Tetap Subur Dan Gembur Saat Berkebun

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memiliki pekarangan taman dengan aneka tanaman cantik sangatlah menyejukkan. Selain itu, ketersediaan area hijau pun akan membuat hunian menjadi lebih sehat dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, apa jadinya jika tanaman di pekaranganmu sulit tumbuh karena kondisi tanah yang kurang subur? Sebagai informasi, kondisi tanah yang kering atau tandus bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca, struktur dengan porositas rendah, kekurangan mineral, kekurangan organik ataupun kurangnya rongga udara pada permukaan media tanam ini. Berikut tips dan trik untuk mengembalikan tanah di pekarangan hunian agar kembali subur sehingga dapat dijadikan sebagai media tanam yang maksimal. Mau tahu apa saja? Simak ulasan di bawah ini, ya!

Kembali Gembur Dengan Sekop

Penggemburan atau penghancuran pori-pori tanah yang keras membantu mengembalikan kondisi media tanam ini dari tandus menjadi subur. Anda bisa memanfaatkan alat seperti cangkul atau sekop untuk membalikkan permukaan tanah sehingga tekstur menjadi lebih lunak, membuat tanaman lebih mudah menembus media tanam dan memaksimalkan perkembangan. Selain itu, penggemburan ini juga dilakukan agar udara bisa mengalir dan membuat media tanam itu sendiri bisa bernafas dengan cukup.

Berita Lainnya  Indonesia IoT Career Fair 2023 Segera Digelar

Gunakan Kapur Dolomite

Tanah yang kering cenderung memiliki tingkat keasaman atau pH yang tinggi, sehingga Anda harus mengatur tingkat pH agar seimbang, dalam artian tidak terlalu rendah ataupun tinggi. Cara termudah, Anda bisa menaburkan kapur dolomite pada permukaan media tanam ini sehingga pH tetap stabil.

Berikan Nutrisi Berupa Mineral

Salah satu penyebab tanah tandus adalah kurangnya kandungan mineral seperti klorin, tembaga, kobalt, besi, belerang, seng maupun boron. Untuk menambahkan kandungan mineral, Anda bisa menambahkan bebatuan yang sudah mengalami pelapukan ke dalam lapisan permukaan media tanam ini.

Manfaatkan Pupuk Kompos

Salah satu alasan tanah menjadi kurang subur adalah kekurangan zat hara. Untuk menanggulangi masalah ini, Anda bisa menyebarkan pupuk kompos atau kotoran ternak sebagai penyuplai kebutuhan zat hara organik pada tanah dan membantu proses penghancuran puing tanah yang menyebabkan tandus.

Berita Lainnya  Lima Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Batasi Penggunaan Pupuk Kimia

Selain menggunakan pupuk kompos, Anda juga bisa memanfaatkan pupuk kimia seperti NPK, urea ataupun ZA untuk menutrisi tanah yang tandus. Pupuk kimia dapat diserap langsung oleh tanaman sehingga tumbuh secara subur, namun penggunaannya tak boleh berlebihan karena senyawa yang tidak terserap tanaman akan mencemari air tanah dan bisa menyebabkan tanah menjadi asam dan keras.

Lakukan Rotasi Penanaman

Cara lainnya, Anda bisa melakukan rotasi penanaman pada tanaman yang berumur pendek untuk menjaga kesuburan tanah, misalnya dalam satu tahun dijadwalkan untuk menanam empat jenis tanaman berbeda. Rotasi penanaman ini sangat umum dilakukan oleh para petani sebagai upaya untuk menjaga agar media tanam ini tetap gembur dan subur. Proses mengembalikan kesuburan tanah di atas bisa Anda lakukan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Meskipun langkah pertama sudah cukup bagi Anda untuk melakukan penanaman kembali, namun Kania menyarankan untuk mengikuti seluruh rangkaian untuk memaksimalkan kondisi media tanam ini. Selain itu, perawatan tanah pun harus dilakukan secara berkala untuk menjaga kesuburan tanah dan membuatnya siap sedia untuk dijadikan media tanam, misalnya menambahkan pupuk organik setiap satu tahun sekali dan menggunakan pupuk kimia selama periode tanam dengan dosis sesuai anjuran dan tidak berlebihan.

Berita Lainnya  Enam Efek BahayaTerlalu Banyak Minum Kopi Pada Tubuh

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler