fbpx
Connect with us

Info Ringan

Tujuh Fakta Unik Mengenai Hari Raya Nyepi

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Hari Raya Nyepi menjadi salah satu hari besar yang dinanti-nantikan masyarakat Hindu Bali di Indonesia. Berbeda dengan upacara lain yang semarak, Hari Raya Nyepi justru memberikan sensasi unik bagi Pulau Dewata. Saat Nyepi dilakukan, Bali yang biasanya meriah jadi mendadak diam, tenang, dan tak bergeming dalam sehari penuh. Padahal di hari-hari sebelumnya, Bali punya suasana yang jauh lebih meriah dengan beragam tradisi dan upacara adat, seperti Melasti dan Ngerupuk. Mulai dari tak ada warga yang beraktivitas, padamnya layanan seluler, hingga satu-satunya di dunia, berikut lima fakta unik yang hanya bisa kamu temukan saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Apa saja?

Empat Pantangan Penting

Umat Hindu merayakan puncak Hari Nyepi dengan cara melaksanakan catur brata penyepian atau empat pantangan. Empat pantangan itu adalah amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak berpergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Empat pantangan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu dan Bali saja, lho. Tetapi para wisatawan yang sedang ada di sana pada Hari Nyepi juga diharapkan turut serta berpartisipasi untuk saling menghormati dan menghargai. Nah, justru banyak wisatawan asing datang ke Bali pada saat Hari Nyepi untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman melaksanakan empat pantangan ini,  . Apakah kalian tertarik? Tidak ada salahnya lho merilekskan diri seharian penuh dari segala kegiatan untuk refreshing pikiran.

Berita Lainnya  Enam Tips Penting dalam Investasi Tanah

Jalanan Super Lengang

Tidak ada kegiatan sama sekali pada hari ini, sehingga jalanan akan jadi sangat lengang karena tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Hanya ada pecalang yang lalu lalang untuk berpatroli dan menjaga ketertiban Hari Nyepi. Selain mobil dan motor, aktivitas di bandara, terminal, jalan tol, dan pelabuhan pun dihentikan pada Hari Nyepi. Maka, tidak heran kalau jalanan hari itu akan sepi banget kayak di film-film apocalypse luar negeri. Meskipun kendaraan pribadi nggak boleh lewat, tapi untuk keadaan darurat seperti ambulans tetap diperbolehkan,  . Hanya saja ambulans dilarang untuk menyalakan bunyi sirenenya.

Hari Bebas Polusi

Yup, tentu saja Hari Nyepi akan jadi hari bebas polusi. Sebab, tidak ada satupun kendaraan yang boleh lalu lalang hari itu  . Kalau kamu ikut merayakan di sana, kamu pasti bisa merasakan udara yang berbeda dan jauh lebih fresh dari biasanya.

Langit Bertaburan Bintang

Karena siang hari tidak ada polusi dari kendaraan bermotor sama sekali, malam harinya kita jadi bisa menikmati kondisi langit yang sangat bersih dan bertaburan bintang, dehHm, romantis.

Hemat Sumber Daya Alam

Selain memberikan udara bersih dan langit yang cerah, Hari Nyepi juga berkontribusi besar dalam penghematan sumber daya alam, lho. Pada Hari Nyepi, Bali menghemat listrik sebesar 60% dari biasanya. Kalau dirupiahkan, penghematan ini berjumlah sekitar 4 miliar atau sekitar 290 megawatt. Selain itu, Bali juga menghemat bahan bakar solar kurang lebih 500.000 liter atau sebesar 3 miliar atau 210 megawatt. Hal ini dikarenakan adanya pengistirahatan 2 pembangkit listrik di Bali, yakni PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Pemaron dan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Gilimanuk.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Mengkonsumsi Nasi Merah Bagi Kesehatan

Tradisi Pertunjukan Budaya yang Memukau

Bukan hanya hari H-nya saja yang memikat,   tetapi juga beragam rentetan pertunjukan budaya sebelum dan sesudah hari H. Misalnya, beberapa hari sebelum Hari Nyepi, masyarakat berbondong-bondong membuat patung ogoh-ogoh yang ukurannya super besar.

Kemudian, dua hari sebelum Hari Nyepi umat Hindu akan melaksanakan Melasti atau sembahyang di laut. Sehari sebelum Hari Nyepi, ada pula Mecaru atau pawai ogoh-ogoh. Lalu, sehari setelah Hari Nyepi, ada tradisi omed-omedan atau berciuman massal untuk menolak bala. Eits, tradisi ini bukan bersifat vulgar ya   melainkan untuk memperkuat rasa asah, asih dan asuh antar masyarakat.

Sumber Inspirasi PBB

Karena banyaknya keuntungan yang didapat dari penghentian kegiatan di Hari Nyepi, hal ini malah menjadi sumber inspirasi buat PBB alias Perserikatan Bangsa-Bangsa. Inspirasi apa? Inspirasi untuk menetapkan “World Silent Day” yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret,  .

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler