Info Ringan
Tujuh Fakta Unik Mengenai Hari Raya Nyepi
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hari Raya Nyepi menjadi salah satu hari besar yang dinanti-nantikan masyarakat Hindu Bali di Indonesia. Berbeda dengan upacara lain yang semarak, Hari Raya Nyepi justru memberikan sensasi unik bagi Pulau Dewata. Saat Nyepi dilakukan, Bali yang biasanya meriah jadi mendadak diam, tenang, dan tak bergeming dalam sehari penuh. Padahal di hari-hari sebelumnya, Bali punya suasana yang jauh lebih meriah dengan beragam tradisi dan upacara adat, seperti Melasti dan Ngerupuk. Mulai dari tak ada warga yang beraktivitas, padamnya layanan seluler, hingga satu-satunya di dunia, berikut lima fakta unik yang hanya bisa kamu temukan saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Apa saja?
Empat Pantangan Penting
Umat Hindu merayakan puncak Hari Nyepi dengan cara melaksanakan catur brata penyepian atau empat pantangan. Empat pantangan itu adalah amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak berpergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Empat pantangan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu dan Bali saja, lho. Tetapi para wisatawan yang sedang ada di sana pada Hari Nyepi juga diharapkan turut serta berpartisipasi untuk saling menghormati dan menghargai. Nah, justru banyak wisatawan asing datang ke Bali pada saat Hari Nyepi untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman melaksanakan empat pantangan ini, . Apakah kalian tertarik? Tidak ada salahnya lho merilekskan diri seharian penuh dari segala kegiatan untuk refreshing pikiran.
Jalanan Super Lengang
Tidak ada kegiatan sama sekali pada hari ini, sehingga jalanan akan jadi sangat lengang karena tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Hanya ada pecalang yang lalu lalang untuk berpatroli dan menjaga ketertiban Hari Nyepi. Selain mobil dan motor, aktivitas di bandara, terminal, jalan tol, dan pelabuhan pun dihentikan pada Hari Nyepi. Maka, tidak heran kalau jalanan hari itu akan sepi banget kayak di film-film apocalypse luar negeri. Meskipun kendaraan pribadi nggak boleh lewat, tapi untuk keadaan darurat seperti ambulans tetap diperbolehkan, . Hanya saja ambulans dilarang untuk menyalakan bunyi sirenenya.

Hari Bebas Polusi
Yup, tentu saja Hari Nyepi akan jadi hari bebas polusi. Sebab, tidak ada satupun kendaraan yang boleh lalu lalang hari itu . Kalau kamu ikut merayakan di sana, kamu pasti bisa merasakan udara yang berbeda dan jauh lebih fresh dari biasanya.
Langit Bertaburan Bintang
Karena siang hari tidak ada polusi dari kendaraan bermotor sama sekali, malam harinya kita jadi bisa menikmati kondisi langit yang sangat bersih dan bertaburan bintang, deh. Hm, romantis.
Hemat Sumber Daya Alam
Selain memberikan udara bersih dan langit yang cerah, Hari Nyepi juga berkontribusi besar dalam penghematan sumber daya alam, lho. Pada Hari Nyepi, Bali menghemat listrik sebesar 60% dari biasanya. Kalau dirupiahkan, penghematan ini berjumlah sekitar 4 miliar atau sekitar 290 megawatt. Selain itu, Bali juga menghemat bahan bakar solar kurang lebih 500.000 liter atau sebesar 3 miliar atau 210 megawatt. Hal ini dikarenakan adanya pengistirahatan 2 pembangkit listrik di Bali, yakni PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Pemaron dan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Gilimanuk.
Tradisi Pertunjukan Budaya yang Memukau
Bukan hanya hari H-nya saja yang memikat, tetapi juga beragam rentetan pertunjukan budaya sebelum dan sesudah hari H. Misalnya, beberapa hari sebelum Hari Nyepi, masyarakat berbondong-bondong membuat patung ogoh-ogoh yang ukurannya super besar.
Kemudian, dua hari sebelum Hari Nyepi umat Hindu akan melaksanakan Melasti atau sembahyang di laut. Sehari sebelum Hari Nyepi, ada pula Mecaru atau pawai ogoh-ogoh. Lalu, sehari setelah Hari Nyepi, ada tradisi omed-omedan atau berciuman massal untuk menolak bala. Eits, tradisi ini bukan bersifat vulgar ya melainkan untuk memperkuat rasa asah, asih dan asuh antar masyarakat.
Sumber Inspirasi PBB
Karena banyaknya keuntungan yang didapat dari penghentian kegiatan di Hari Nyepi, hal ini malah menjadi sumber inspirasi buat PBB alias Perserikatan Bangsa-Bangsa. Inspirasi apa? Inspirasi untuk menetapkan “World Silent Day” yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret, .
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
