Pemerintahan
Terlanjur Dipugar, Pelayanan Kantor Kapanewon Playen Terpaksa Mengungsi
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana untuk melakukan pembangunan ulang Kantor Panewu Playen dan rehab kantor Panewu Patuk. Anggaran lebih dari 3 miliar rupiah awalnya telah disiapkan untuk pembangunan tahun ini. Sayangnya belum juga tahapan dimulai, pemerintah menerapkan kebijakan refocusing anggaran berkaitan dengan pandemi covid19 yang terjadi. Hal ini kemudian berimbas pada rencana pembangunan kedua kantor pelayanan masyarakat ini.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto menuturkan, dengan adanya berbagai pertimbangan, pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri memutuskan akan melanjutkan proyek pembangunan kantor panewu playen. Hal ini lantaran bangunan lama telah dilakukan pembongkaran secara menyeluruh.
“Untuk kantor Kapanewon Playen kami prioritaskan karena bangunan sudah dibongkar rata dengan tanah dan untuk pelayanan terpaksa sekarang harus mengungsi,” kata Agus Subaryanto, Rabu (15/07/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pemerintah akan segera melakukan proses lelang untuk pembangunan kantor tersebut. Diharapkan pada akhir bulan Juli ini, sudah ada kontrak kerjasama dengan tender sehingga proses pembangunan dapat segera berjalan.
Untuk pembangunan kantor Panewu ini, pemerintah menganggarkan sebanyak 2,7 miliar rupiah dari APBD Gunungkidul. Rencananya untuk banguanan sediri akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung layaknya kantor panewu di kapanewon lainnya.

“Akan dibuat dengan 2 lantai. Desainnya sudah ada kok, seperti kantor panewu Panggang,” jelasnya.
Sementara untuk kantor Panewu Patuk yang semula dianggarkan untuk rehab pada tahun ini terpaksa ditunda terlebih dahulu. Pasalnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah masih difokuskan untuk penanganan covid 19.
“Yang Patuk masih ahrus ditunda, mungkin tahun 2021 nanti baru bisa direhab, awalnya anggaran yang disiapkan sebesar 573 juta rupiah,” tambah dia.
Sementara itu, Panewu Playen, Setyawan menuturkan, mengenai pembongkaran kantor panewu sendiri telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kemudian pada akhir April, semua pelayanan dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah menyentral di kompleks Kalurahan Playen.
“Alhamdulillah kalau pelayanan masih berjalan dengan baik di Kompleks Kalurahan Playen. Hanya saja untuk unit kependudukan dan pencatatan sipil yang membutuhkan akses internet dan peralatan khusus sementara ditarik ke Dinas,” ujar Setyawan.
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa6 hari yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Peristiwa7 hari yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum1 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
