Pendidikan
Zona Hijau Perbolehkan Guru Tatap Muka dengan Siswa, Dinas Minta Sekolah Cermati Surat Edaran
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul belum bias memastikan kapan masa Belajar di Rumah (BDR) ini usai bagi para siswa. Namun begitu, sekolah diminta untuk mencermati Surat Edaran Nomor 421/2762/MP-3 tentang belajar di rumah selama pandemi di tahun ajaran baru. Dalam surat tersebut sekolah diperbolehkan mengumpulkan siswa sekali dalam seminggu guna memantau perkembangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid meminta kepala sekolah di SD maupun tingkat SMP untuk lebih fleksibel. Pihaknya menyadari bahwa penanaman karakter peserta didik tidak bias dilakukan secara dalam jaringan ataupun luar jaringan secara jarak jauh.
“Cermati surat edaran terakhir pada poin ketiga, intinya bisa melakukan persiapan BDR dengan mengumpulkan siswa di sekolah misalnya satu minggu sekali dengan jumlah terbatas,” ucap Bahron kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (04/08/2020).
Menurutnya, tatap muka dengan para siswa satu minggu sekali bisa menjadi alternatif dalalm penilaian karakter dan pemberian arahan kepada para siswa. Hal ini bisa dilakukan di sejumlah wilayah yang aman dari pandemi covid19.
“Untuk yang zona merah ya bisa asal di lingkungannya tidak ada yang sedang terkonfirmasi positif, misalnya di Kapanewon Playen, untuk sekolah di Kalurahan Bandung dan Logandeng jangan dulu, tapi di Kalurahan Bleberan bisa tatap muka,” jelas Bahron.

Pihaknya sendiri hingga kini belum bisa memprediksi kapan pembelajaran tatap muka dengan skema 50% 50% bisa dimulai. Mengingat saat ini, di DIY masih dalam masa darurat covid19. Terlebih angka sebaran virus ini masih cenderung fluktuatif.
“Kami tidak akan gegabah, kami minta kerjasamnya karena di masa seperti ini tidak ada yang nyaman jadi segera menyesuaikan, jika kendala kuota saya kira sekarang sekolah sudah menggunakan dana BOS,” papar dia.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tepus, Heriyanto mengatakan pihaknya saat ini menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan. Sesekali tatap muka dengan siswa diadakan sebagai bentuk kontrol sekolah kepada siswa.
“Kami jadwalkan dalam tatap muka 50% dari kapasitas kelas,” kata Heri.
Lebih lanjut ia mengatakan, setiap kali mengadakan tatap muka pihaknya juga mewajibkan para siswa dan guru menggunakan masker. Selain itu lokasi cuci tangan juga disiapkan pihak sekolah.
“Seminggu sekali tatap muka untuk memberikan penjelasan dan kami tetap menjalin komunikasi dengan orangtua peserta didik,” tutupnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
