Budaya
Pembukaan Cupu Kyai Panjala Akan Dilakukan Awal Oktober Ini
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dipastikan akan dilangsungkan pada awal bulan Oktober 2020 ini. berbeda dengan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung yang hadir akan dibatasi. Selain itu, ritual juga akan dilakukan lebih sederhana daripada biasanya.
Untuk diketahui, pembukaan Cupu Kyai Panjala merupakan tradisi tahunan yang di gelar di rumah trah Cupu Kyai Panjala, tepatnya di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kanapewon Panggang. Menoleh ke belakang, sebelum adanya pandemic covid-19, ritual tersebut cukup menarik pengunjung.
Biasanya, pengunjung yang datang tidak hanya dari warga lokal Gunungkidul sja, melainkan juga dari luar kabupaten hingga luar provinsi. Kedatangan mereka sendiri ingin mengetahui sejumlah gambar yang ada di puluhan lembar kain penutup cupu. Masyarakat banyak yang mempercayai gambar tersebut sebagai gambaran atau ramalan pada satu tahun ke depan setelah pembukaan.
Terlebih saat ini Gunungkidul akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Tentu saja, hal itu menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, gambar di dalam kain penutup cupu dikaitkan dengan sosok pemimpin yang akan terpilih nantinya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Lurah Girisekar, Sutarpan. Ia mengatakan bahwa pembukaan Cupu Kyai Panjala sendiri akan dilangsungkan pada 5 Oktober mendatang. Tepatnya di pasaran jawa Senin Wage malam Selasa Kliwon.

“Akan digelar pada Senin Wage malam Selasa Kliwon. Izin acara ini juga telah didapat setelah ada rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19,” ucap Sutarpan, Kamis (01/09/2020).
Ia menambahkan, untuk melancarkan tradisi tahunan itu maka pihaknya bersama dengan trah Kyai Panjala sepakat bahwa akan menetapkan protokol kesehatan. Dimana hal itu berarti aka nada pembatasan jumlah orang yang datang ke lokasi.
“Jadi kita bagi beberapa ring, ring 1 ada di rumah pak Dwijo Sumarto yang berada disitu hanya keluarga trah dan mungkin beberapa orang yang punya hajat,” kata Sutarpan.
“Kemudian di rumah depan itu untuk keluarga trah yang membuka cupu dan tamu undangan 5 orang dan teman-teman pers,” lanjut dia.
Kemudian di ring 2, tepatnya di pekarangan Dwijo Sumarto di ruang lingkup RT 9 juga dibatasi. Biasanya orang yang berada di lokasi tersebut mencapai ratusan, namun besok dibatasi hanya pupuhan orang saja.
“Tidak semua pengunjung masuk kita menjaga di pintu masuk. Yang masuk di ring dua pun kita batasi yang tidak diperkenankan berjubel di ring dua,” terang dia.
Terkait dengan tradisi makan bersama atau kembulan satu piring berdua bagi para pengunjung pun secara umum ditiadakan. Ia menjelaskan nantinya hanya pihak keluarga yang melakukan tradisi tersebut.
“Untuk mengesahkan tradisi, nanti yang makan kembulan itu hanya keluarga saja. Ini demi kelancaran acara dan juga untuk mentaati protokol kesehatan,” beber Sutarpan.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
