Sosial
Muncul Hama Kresek Serang Tanaman Padi, Dinas dan Kelompok Tani Lakukan Gerdal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Curah hujan yang cukup tinggi di bulan Januari dan Febuari 2020 berdampak pada perkembangan hama penyakit tanamanan khususnya tanaman padi. Dengan curah hujan tinggi menyebabkan kelembaban udara sekitar pertanian menjadi tinggi hingga dapat meningkatkan perkembangan penyakit tanaman. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan menghimbau para petani untuk mewaspadai penyakit kresek yang disebabkan bakteri Xanthomonas sp.
Gejala penyakit kresek pada tanaman padi ditandai dengan munculnya daun menguning dari pinggir. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kresek yang dapat mengurangi produksi padi, dinas melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) bersama dengan kelompok tani.
“Gerakan pengendalian kerjasama UPTD BPTPH DIY dan DPP Gunungkidul Bersama poktan Ngudi Lestari Padukuhan Wiyoko Tengah, Desa Plembutan, Kecamatan Playen pada minggu lalu,” kata Kepala Bidang Tanamam Pangan, DPP, Raharjo Yuwono, Selasa (11/02/2020).
Dalam Gerdal yang dilakukan menyasar luas hamparan 15 hektar padi varitas Inpari 30. Disitu terdapat spot-spot gejala kresek intensitas kategori ringan dan dilakukan pengendalian seluas 5 Ha untuk upaya preventif.
“Kita gunakan bahan pengendali non kimiawi berupa agens hayati jamur Beuveria Basiana (BB) dan PGPR Paini, dengan aplikasi bahan hayati musuh alami hama tidak ikut mati dan pengalaman tahun lalu pengendalian ini cukup efektif sehingga para petani tetap bisa panen padi,” kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya juga mendapat laporan adanya temuan di Gedaren 1 Sumbergiri, Kecamatan Ponjong. Dengan munculnya gejala kresek pihaknya segera merekomendasikan kepada poktan untuk melaksanakan Gerdal dengan menggunakan bahan agens hayati BB dan PGPR Paini.
Sementara itu, Ketua Poktan Sido Guyub Gedaren Sumbergiri, Lukito mengucapkan terimakasih telah dibantu fasilitas gerakan pengendalian oleh Dinas dan semoga padinya tetap sehat dan bisa panen. Selain itu ia juga berharap ada perbaikan jaringan irigasi di lahan kelompoknya karena lahan yang ada ditanami padi 3 kali sehingga kelancaran air irigasi sangat dibutuhkan.
Terpisah Kepala DPP Bambang Wisnu Broto menyambut baik kerjasama dengan BPTPH DIY dalam memfasilitasi gerakan pengendalian hama dan penyakit pada padi sehingga nantinya petani bisa panen. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan petugas lapangan POPT maupun PPL agar terus melakukan pemantauan mengawal pertanaman padi hingga panen dan melakukan Gerdal apabila dibutuhkan.
“Kita harapkan panen kali ini akan lebih baik,” pungkas dia.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
