Uncategorized
Harga Sembako Diklaim Stabil di Tengah Ancaman Kemarau Panjang, Cabai dan Bawang Justru Turun
Wonosari, (pidjar.com) – Harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul masih terpantau stabil di tengah ancaman musim kemarau panjang. Sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai dan bawang merah, justru mengalami penurunan harga.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan pihaknya rutin melakukan pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, belum ditemukan gejolak harga maupun gangguan pasokan yang berarti.
“Secara stok juga masih aman, bahkan beberapa komoditas cenderung turun dibandingkan minggu sebelumnya,” ujar Kelik saat ditemui, Selasa (11/8/2026).
Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Argosari, Playen, dan Semin. Berdasarkan data Disdagnaker pada pekan awal Agustus, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga.
Harga cabai rawit hijau misalnya, turun Rp 5 ribu dari Rp 45 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah turun Rp 5 ribu dari Rp 35 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Namun, sejumlah komoditas lainnya tercatat mengalami kenaikan. Harga daging ayam naik Rp 5 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian telur ayam ras naik Rp 500 menjadi Rp 24 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik Rp 5 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Kelik mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pasokan kebutuhan pokok di Gunungkidul masih relatif aman. Permintaan masyarakat juga disebut masih dalam kondisi normal sehingga belum memberikan tekanan berarti terhadap harga.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan komunikasi dengan para pedagang, permintaan masyarakat juga masih normal dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, Disdagnaker tetap mengantisipasi potensi kenaikan harga apabila kemarau semakin panjang dan memasuki puncaknya. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menggelar pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan harga sejumlah komoditas.
Kelik menyebut rencana pasar murah tersebut akan dikoordinasikan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.
“Berdasarkan koordinasi dengan Disperindag DIY nanti diperkirakan bulan Agustus akan ada pasar murah,” pungkasnya.
-
Pemerintahan6 hari yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized1 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
