Politik
Tekad Immawan Wahyudi Hapus Stigma Gunungkidul Kawasan Miskin
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Stigma kekurangan air, kawasan tertinggal maupun daerah miskin untuk Kabupaten Gunungkidul telah ada sejak lama. Perkembangan zaman maupun pembangunan yang telah dilakukan, seakan belum mampu menghapus stigma tersebut.
Calon Bupati Gunungkidul nomor urut 2, Immawan Wahyudi bertekad untuk merubah stigma ketertinggalan Gunungkidul ini. Menurut dia, untuk mewujudkannya tentu bukan sebuah hal yang mudah. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan guna mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang sejahtera dan maju.
“Selama 10 tahun terakhir ini, Bupati Badingah telah berada di jalur yang benar. Ini menjadi modal besar saya dalam melanjutkan apa yang telah beliau lakukan,” ujar Immawan, Selasa (24/11/2020).
Ada beberapa sektor yang akan menjadi prioritas pemerintahan Immawan Wahyudi – Martanty Soenar Dewi. Diantaranya adalah sektor pariwisata berkaitan dengan infrastruktur, fasilitas hingga sumber daya manusia yanh unggul; penggeliatan sektor ekonomi; pengairan hingga pemerintahan yang bersih dan bersama rakyat.
Dia beberkan lebih lanjut, ia sebisa mungkin ingin agar pada sektor pariwisata, perputaran uang yang terjadi bisa jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang sekarang. Sebagaimana diketahui, saat ini, meski disinggahi jutaan wisatawan setiap tahunnya, namun peredaran uang pariwisata ini masih jauh dari kata maksimal. Tentunya, membutuhkan strategi serta terobosan yang maksimal dengan melibatkan pemerintah, masyarakat maupun investor.

“Bagaimana caranya kemudian length of stay wisatawan bisa semakin lama, serta juga masyarakat yang tak terdampak kawasan wisata bisa ikut merasakan kue pariwisata. Memang untuk pariwisata menjadi potensi besar yang harus terus dimaksimalkan,” urai Immawan.
Selain sektor pariwisata, ada juga sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) yang berpotensi menjadi tulang punggung nyata perekonomian warga Gunungkidul. Saat ini, minat masyarakat maupun pelaku UMKM untuk berkembang sangat besar. Hal ini tentunya harus difasilitasi secara maksimal. Untuk itulah kemudian pihaknya mulai menginisiasi program Ayo Gass. Dalam program unggulan ini, ia menargetkan untuk bisa mengembangkan 14.000 UMKM baik lama maupun baru di Gunungkidul. Tentunya dengan manajemen dan sumber daya manusia yang lebih tertata. Dampak dari tumbuhnya belasan ribu UMKM ini akan sangat besar bagi kesejahteraan warga masyarakat Gunungkidul termasuk dalam hal ini adalah pembukaan lapangan kerja hingga berputarnya roda perekonomian.
“Kita juga ada formulasi program berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, penyeimbangan pembangunan kawasan utara, dan selatan,” lanjut Wakil Bupati Gunungkidul.
Hal lain yang juga menjadi prioritas utama adalah mempertahankan dan meningkatkan pengembangan potensi perempuan di Gunungkidul. Sebagaimana diketahui, saat ini, perempuan Gunungkidul memang sangat berjaya di masa pemerintahan Bupati Badingah. Sejumlah program memang terus digelontorkan untuk para kaum perempuan.
“Bupati Badingah memang sangat memanjakan kaum perempuan, dan saya dan Ibu Martanty berkomitmen untuk melanjutkan itu,” tandas dia.
Pernyataan Immawan Wahyudi sendiri diamini oleh Calon Wakil Bupati dari nomor urut 2, Martanty Soenar Dewi. Dipaparkan Martanty, ia melihat saat ini potensi perempuan Gunungkidul sangat besar. Dengan modal budaya kekompakan yang besar, perempuan bisa menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan.
Dengan kepemimpinan Badingah yang notabene merupakan perempuan, sektor ini menurut Martanty memang sangat diperhatikan. Namun lantaran ada keterbatasan waktu dalam periode kepemimpinan Badingah, ada sejumlah program yang harus terus dipacu dan dilanjutkan. Tumbuh dan berkembangnya PKK, Posyandu , Kelompok Wanita Tani (KWT) harus terus dipacu agar terus berkembang secara maksimal.
“Yang sudah baik harus terus didorong. Di sinilah nantinya peran pemerintah sangat besar,” terang Martanty.
Menjadi sangat penting lantaran dilihat dari kultur budaya masyarakat Gunungkidul, perempuan juga menjadi salah satu penopang dalam perekonomian rumah tangga. Ia menegaskan bahwa, pihaknya sangat berkomitmen dalam mewujudkan wanita yang mandiri dan berdaya guna.
“Gunungkidul butuh pemimpin yang bisa secara cepat langsung melanjutkan pembangunan yang sudah ada,” tutup dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
