Pemerintahan
Bantuan Perangkap Lalat Dibagikan ke Petani, Alat Yang Buat Serangga Tak Bisa Berkembang Biak
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hama lalat merupakan salah satu kendala yang biasa dihadapi oleh para petani, khususnya buah maupun sayur. Mengantisipasi hal tersebut terus menjadi gangguan, pemerintah memberikan bantuan perangkap lalat buah. Adapun melalui alat ini, nantinya serangga-serangga seperti lalat ini akan dibuat tak bisa berkembang biak. Sehingga kemudian dengan populasi yang menurun, hama jenis ini tak akan lagi menjadi gangguan bagi para petani.
Salah satu yang mendapatkan bantuan ini adalah Kelompok Petani (Poktan) Jaka Berek di Padukuhan Gading IV, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen. Bantuan ini diberikan oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Playen.
Petugas POPT Patuk dan Playen, Sujaka menjelaskan, alate perangkap lalat buah sendiri dibuat menggunakan petrogenol yang dicampur dengan air. Melalui perangkap ini, lalat buah nantinya tidak bisa berkembang biak sehingga tidak berpotensi merusak tanaman holtikultura.
Zat campuran Petrogenol dan air tersebut diletakkan di dalam botol plastik yang digantung di batas lahan. Jika nanti ada lalat, khususnya jenis jantan yang terjebak di dalam botol, zat tersebut akan bereaksi dan berpengaruh pada hormon untuk berkembang biak dari lalat jantan ini.
“Jadi hormon lalat jantan akan termanipulasi, sehingga saat bertemu dengan lalat betina tidak bisa terjadi perkembangbiakan,” kata Sujaka saat ditemui, Jumat (07/01/2022).

Adapun selain memberikan bantuan perangkap hama, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul juga sudah memberikan dukungan berupa benih hingga pupuk. Termasuk dengan bahan khusus agar tanah semakin subur.
Sujaka pun menghimbau kepada para petani setempat untuk rutin menjaga kondisi tanah agar tetap subur. Antara lain dengan memberikan jeda saat pengolahannya.
“Paling tidak ada jeda waktu sekitar sebulan didukung pupuk agar hasil panen nantinya lebih optimal,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani ‘Jaka Berek’, Antonius Marsudi Nugroho mengaku sangat berterimakasih dan merasa bersyukur bisa mendapat bantuan dan dukungan dari DPP Gunungkidul. Apalagi, ia bersama rekan-rekannya terbilang baru dalam mengelola dan mengembangkan lahan tersebut.
Kebanyakan anggota Jaka Berek memang masih berusia muda alias petani milenial. Saat ini pihaknya mengelola lahan seluas 1 hektare yang berstatus sewa tanah kas Kalurahan Gading. Adapun tanaman holtikultura yang dibudidayakan oleh poktan tersebut adalah cabai, bawang, sawi, hingga bayam dengan model tumpang sari. Adapun rencananya lahan tersebut akan mereka kembangkan menjadi objek wisata berkonsep agrowisata.
“Kami berharap dukungan dan pendampingan terus diberikan kepada kami, mengingat kami masih baru,” ujar Marsudi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
