Connect with us

Sosial

Derai Tangis Mahasiswi Saat Minta Maaf Bikin Konten Pasang Kateter Yang Viral se-Nasional

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Konten mahasiswi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta di platform media sosial tiktok miliknya berbuntut panjang. Video yang menampilkan curhatan mahasiswa tersebut memasang kateter ke pasien ganteng menjadi perhatian khalayak nasional dan bahkan tranding di sejumlah media sosial. Adapun konten tersebut dibuat di RSUD Wonosari saat mahasiswa tersebut tengah menjalankan praktek untuk studinya. Yang bersangkutan sendiri pada Kamis (02/06/2022) kemarin telah dipanggil manajemen RSUD Wonosari bersama dengan pihak universitas.

Diketahui, mahasiswi berinisial CA ini merupakan mahasiswi profesi. Di mana ia sudah bergelar sarjana dan kembali menempuh pendidikan profesi untuk mendapatkan sertifikasi. Ia lantas melakukan praktik di RSUD Wonosari. Tak hanya hujatan yang diperoleh di media sosial, pasca video yang dianggap menyalahi kode etik keperawatan ini viral, CA langsung ditarik dari klinik praktik. CA sendiri dengan berderai air mata usai pertemuan meminta maaf secara terbuka kepada pihak rumah sakit dan masyarakat umum.

Berita Lainnya  Irigasi Jadi Solusi Pertanian di Musim Kemarau

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak RSUD Wonosari atas kelalaian dan kekhilafan saya yang telah membuat dan membuat video tidak pantas,” kata CA sembari terisak.

Disinggung mengenai motivasi ia membuat konten yang menampilkan wajah dan gerakan tubuh itu terdapat tulisan “Ketika aku harus masang kateter urin/DC untuk pasien cowok, Mana udah cakep, seumuran lagi,” ditambah emoticon api membara dan caption atau keterangannya bertuliskan “Tapi tetap harus profesional, ia justru menangis sesengukan dan enggan menjawabnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unisa, Wantonoro mengatakan usai video tersebut viral, pihaknya langsung meminta keterangan dari CA. Mahasiswi profesi ini telah mengakui perbuatannya yang menyalahi kode etik tersebut. Dalam video klarifikasi yang dibuat oleh CA, ia juga tidak memasang kateter pada pasien.

“Mewakili Unisa kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada manajemen RSUD Wonosari, netizen dan para tenaga perawat seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Wantonoro, CA ini seharusnya menjalani 1 tahun masa praktik di lapangan. Hingga saat ini, ia telah menjalani masa praktek selama 6 bulan di RSUD Wonosari.

Berita Lainnya  Semarak Kemerdekaan RI, Serunya Lomba Makan Kerupuk dan Tangkap Ikan di Sawah

Pihak universitas sendiri akan memberikan sanksi pada pembuat konten tersebut. Saat ini CA sudah ditarik dari klinik praktiknya. Karena telah melanggar kode etik, maka pihaknya akan memberikan sanksi terhadap mahasiswi tersebut. Dan saat ini saksi tersebut dalam proses karena ada tim kode etik dari kampus Unisa sendiri.

Tim ini tengah mengumpulkan data dan klarifikasi berkaitan dengan pelanggaran mahasiswi tersebut. Tim kode etik ini akan bersidang untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswi tersebut.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata9 jam yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler