Uncategorized
Pemusnahan Barang Bukti, Dari Ribuan Pil Koplo, Miras Hingga Tembakau Gorila
Wonosari,(pidjar.com)–Sebanyak 235 barang bukti kasus tindak pidana yang telah memiliki ketetapan dan kekuatan hukum dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Kamis, (18/06/2026). Adapun barang bukti yang dimusnahkan mayoritas adalah obat-obatan terlarang yang justru disalahgunakan.
Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Budhi Purwanto, mengatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan sekaligus bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan.
Sedikitnya ada 235 jenis barang bukti dimusnahkan berupa obat-obatan, meliputi 1.975 butir pil Yarindo atau yang dikenal masyarakat sebagai pil sapi, 95 butir Trihexyphenidyl, 10 butir Heximer, 14 butir Alprazolam, serta 75 butir Calmlet Alprazolam. Selain itu ada juga narkotika jenis tembakau sintetis seberat 5,1122 gram.
Kemudian ada juga dua unit telepon genggam, senjata tajam, berbagai dokumen, minuman keras, pakaian, serta sekitar 147 barang rampasan lain yang berasal dari tindak kejahatan.
“Ada banyak barang yang dimusnahkan dan didominasi obat-obatan terlarang,” jelasnya.
Ia menegaskan kegiatan ini juga sebagai bukti apabila setiap tindak kejahatan tidak hanya mendapatkan sanksi hukum terhadap pelakunya, tetapi juga penyelesaian terhadap barang bukti yang digunakan atau diperoleh dari tindak pidana.
“Pemusnahan ini merupakan bentuk kepastian hukum terhadap barang bukti perkara pidana. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sesuai tugas dan fungsi kejaksaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda.
“Peredaran narkotika, psikotropika, dan lainnya merupakan persoalan yang cukup serius. Melihat banyaknya kasus yang terungkap serta barang bukti yang diperoleh kebanyakan kasus adalah peredaran “Pil Sapi” ini harus segera ditangani dan ditingkatkan pencegahannya,” ucap Endah.
Menurutnya, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya, pemerintah daerah mengintensifkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami ingin generasi muda terlindungi dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan yang dapat merusak masa depan mereka,” tutupnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Budaya19 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
