Connect with us

Pemerintahan

Belasan Wanita Melapor Jadi Korban Kekerasan Fisik

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gunungkidul masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga 22 Juni 2026, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak puluhan kasus kekerasan perempuan dan anak terlaporkan ke UPT PPA Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah laporan juga terpaksa ditempuh proses hukum dalam penanganan kasus kekerasan terhadap kaum rentan tersebut.

Plt Sekretaris Dinsos PPPA Gunungkidul, Suyono mengungkapkan, berdasarkan data hingga 22 Juni 2026 ini tercatat ada 80 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu juga ada 55 pengajuan dispensasi pernikahan.

“Sebanyak 80 kasus kekerasan ini terdiri dari 47 kasus kekerasan terhadap anak dan 33 kasus kekerasan terhadap perempuan. Di mana 14 kasus merupakan kekerasan fisik terhadap perempuan,” kata Suyono.

Berdasarkan pemetaan, bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan meliputi kekerasan fisik, psikis, penelantaran, hingga kekerasan seksual. Dari berbagai jenis tersebut, yang mendominasi adalah kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat, kemudian kekerasan dalam rumah tangga, hingga penelantaran.

Berita Lainnya  Konflik Nelayan Antar Daerah Berujung Sabotase Kerap Terjadi, 3 Pemkab Buat Kesepakatan Bersama

“Kasus yang terlaporkan ini kemudian ditangani sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Suyono.

Meski angka laporan tergolong tinggi, akan tetapi angka tersebut disebut belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Pemerintah menilai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih seperti fenomena gunung es, di mana jumlah yang terungkap hanya sebagian kecil dari kejadian yang sesungguhnya.

“Masih banyak korban yang memilih diam karena berbagai faktor seperti takut, malu, memiliki ketergantungan terhadap pelaku, maupun karena tekanan sosial dan budaya,” sambungnya.

Untuk meningkatkan keberanian korban dalam melapor, Dinsos PPPA terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai forum dengan melibatkan organisasi masyarakat, kader kesehatan, puskesmas, hingga aparat penegak hukum.

“Namun demikian memang beberapa waktu ini ada pola peningkatan jumlah laporan ini menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencari pertolongan mulai tumbuh. Tapi untuk kondisi riil di lapangan atas kasus tersebut dimungkinkan masih banyak,” tandasnya.

Lebih lanjut Suyono mengatakan, dalam penanganan kasus, UPT PPA Gunungkidul memberikan layanan pendampingan secara terpadu, mulai dari penerimaan pengaduan, asesmen kebutuhan korban, penjangkauan langsung, hingga memastikan keselamatan korban.

Berita Lainnya  Jalur Tleseh Kembali Gelap Gulita Lantaran Sejumlah LPJU Rusak, Dishub Gunungkidul Berencana Ambil Alih Perbaikan

Korban kekerasan juga mendapatkan layanan psikologis untuk pemulihan trauma, pendampingan hukum selama proses pelaporan dan pemeriksaan, serta rujukan layanan medis apabila diperlukan, termasuk visum. Dalam kondisi tertentu, pemerintah juga menyiapkan rumah aman atau shelter bagi korban yang membutuhkan perlindungan khusus.

“Setelah kondisi korban membaik, kami lakukan reintegrasi sosial agar korban bisa kembali ke lingkungan yang aman dan mendukung, disertai monitoring secara berkala,” jelasnya.

Selain itu, sebagai upaya pencegahan juga dilakukan sosialisasi pencegahan kekerasan di sekolah, masyarakat kalurahan, organisasi kemasyarakatan, pencegahan perkawinan usia anak, pengembangan jejaring perlindungan perempuan dan anak, hingga layanan keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Handayani.

Meski upaya pencegahan dan penanganan diperkuat, pemerintah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain anggapan masyarakat terhadap korban, keterbatasan sumber daya manusia seperti psikolog dan pekerja sosial profesional juga menjadi kendala dalam optimalisasi pelayanan.

Berita Lainnya  Permohonan BPBD Dikabulkan, Dana Cadangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Bisa Segera Dicairkan

“Edukasi membangun lingkungan yang lebih peduli atas permasalahan semacam ini juga terus dilakukan, sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah sedini mungkin serta seluruh korban memperoleh perlindungan yang layak.

“Berani berbicara adalah langkah awal untuk melindungi diri. Kekerasan bukan sesuatu yang harus disembunyikan,” tegas Suyono

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Selasa, 22 Juni 2026 ini Dinsos PPPA bersama dengan kepolisian, dan sejumlah instansi terkait lainnya menggelar FPKK (Forum Penanganan Korban Kekerasan) yang membahas tentang pelaksanaan pelayanan dan perlindungan korban kekerasan secara terpadu melalui mekanisme rujukan yang efektif dan efisien, sekaligus mendorong berbagai upaya pencegahan kekerasan.

FPKK melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Gunungkidul, Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), Dinsos PPPA, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan.

“Dalam pertemuan ini dibahas peningkatan kapasitas penanganan kasus kekerasan oleh UPT PPA serta sosialisasi berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata23 jam yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler