Uncategorized
Proyek Aviary Purwosari Senilai 5 Miliar Dibludaki Peserta, Puluhan Perusahaan Ajukan Penawaran
Wonosari, (pidjar.com)—Proyek pembangunan kawasan konservasi burung Aviary Gunungkidul di Kapanewon Purwosari, Gunungkidul kini telag memasuki tahap lelang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan anggaran sekitar Rp 5,6 miliar untuk melanjutkan pembangunan fasilitas konservasi yang digadang-gadang menjadi destinasi riset sekaligus penyeimbang perkembangan pariwisata di wilayah barat Gunungkidul.
Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Gunungkidul, Tommy Darlianto, mengatakan, proses lelang saat ini mendapat antusiasme tinggi dari penyedia jasa konstruksi. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 85 peserta yang mengikuti proses tender proyek tersebut.
“Kalau sesuai jadwal, kontrak ditargetkan ditandatangani pada 13 Juli 2026. Masa pelaksanaan pekerjaan selama 135 hari kalender sejak penandatanganan kontrak,” kata Tommy, Rabu (24/6/2026).
Proyek yang dibiayai melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY itu meliputi pembangunan Aviary Dome 1, gedung klinik konservasi, dan gedung mess konservasi ekosistem lokal.
Berdasarkan dokumen pekerjaan yang disusun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp 5.052.255.000 dan berlokasi di kawasan konservasi Aviary Purwosari.

Tommy menjelaskan, pembangunan Aviary Dome 1 menjadi pekerjaan utama dalam proyek tersebut. Kubah konservasi burung itu akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang mulai dari pekerjaan pasangan dan plesteran, beton bertulang, konstruksi besi dome, pagar besi, hingga sistem saluran drainase.
“Selain bangunan dome, kawasan tersebut juga akan dilengkapi taman pendukung,” ujarnya.
Selain aviary, pemerintah juga akan membangun gedung mess konservasi ekosistem lokal yang difungsikan sebagai tempat tinggal karyawan dan petugas pengelola kawasan konservasi.
Fasilitas pendukung lain seperti talud, tangga samping, dan saluran drainase juga akan dibangun untuk menunjang aksesibilitas serta pengelolaan air hujan di kawasan tersebut.
Sementara itu, fasilitas ketiga yang akan dibangun adalah gedung klinik konservasi ekosistem lokal yang nantinya digunakan untuk penanganan dan perawatan satwa.
“Fasilitas ketiga berupa gedung klinik konservasi ekosistem lokal,” terang Tommy.
Ia menambahkan, hasil akhir proyek ini adalah terbangunnya Aviary Dome 1, gedung klinik konservasi, dan gedung mess konservasi yang diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian satwa sekaligus pengembangan kawasan konservasi di Gunungkidul.
Pelaksana Harian Kepala DLH Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, mengatakan pembangunan kawasan konservasi burung Aviary telah dimulai sejak 2023 dan dilakukan secara bertahap. Tahun ini proyek memasuki tahap pembangunan lanjutan melalui proses lelang.
Menanggapi potensi PAD yang bisa diperoleh dari pengoperasian Aviary Purwosari, Arif mengatakan proyek tersebut tidak hanya bertujuan mendukung pelestarian satwa dan ekosistem lokal. Kehadiran kawasan konservasi itu juga diharapkan menjadi magnet baru kunjungan wisata yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
“Sisi barat ini kan masih sangat terbatas venue yang bisa menarik kunjungan wisatawan. Sehingga bisa menarik kunjungan berbasis penelitian, edukasi, dan konservasi satwa,” kata Arif.
Pemkab Gunungkidul, lanjut Arif, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY terkait arah pengembangan kawasan tersebut, termasuk apabila terdapat peluang kerja sama investasi atau skema business to business yang dapat dikembangkan di sekitar lokasi konservasi.
“Dengan adanya Aviary, kami berharap muncul pusat aktivitas baru berbasis konservasi dan riset yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
