Connect with us

Uncategorized

DPRD Minta Target PAD Dinaikkan, Sebut Pemkab Terlalu Konservatif

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)- DPRD Gunungkidul mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengevaluasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata setelah realisasi pendapatan hampir menyentuh target APBD, padahal tahun anggaran baru berjalan enam bulan. Legislator menilai target yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah dan tidak lagi mencerminkan potensi riil sektor pariwisata yang terus tumbuh.

Data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul mencatat hingga akhir Juni 2026 realisasi pendapatan retribusi objek wisata telah mencapai Rp35,8 miliar atau 99,29 persen dari target APBD sebesar Rp36,06 miliar.

Capaian tersebut bahkan telah melampaui realisasi PAD sektor pariwisata sepanjang 2025 yang hanya sebesar Rp30,4 miliar. Padahal, semester kedua masih menyisakan sejumlah momentum libur panjang, termasuk musim liburan sekolah dan akhir tahun yang selama ini menjadi penyumbang kunjungan wisatawan.

Berita Lainnya  Pemkab Bangun 4 Taman Sebagai Ruang Terbuka Hijau

Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menilai target pendapatan yang dipasang pemerintah daerah terlalu konservatif. Menurutnya, sejak pembahasan APBD, Badan Anggaran DPRD sebenarnya telah mengusulkan target PAD sektor pariwisata sebesar Rp40 miliar.

Namun usulan tersebut tidak diakomodasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang akhirnya menetapkan target sekitar Rp36 miliar.

“Target Rp40 miliar itu realistis. Bahkan kalau potensi kebocoran bisa terus ditekan, capaian pendapatan bisa lebih tinggi lagi,” kata Ery.

Ia menilai perkembangan sektor pariwisata Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang terus meningkat. Karena itu, penyusunan target pendapatan seharusnya tidak hanya mengacu pada capaian tahun sebelumnya, tetapi juga mempertimbangkan potensi riil yang berkembang di lapangan.

Berita Lainnya  Sinergitas Pemerintah denga Lembaga Penyiaran Dukung Desiminasi Informasi

“Kalau melihat capaian sekarang, artinya potensi sektor wisata jauh lebih besar. Target ke depan harus disusun lebih realistis sesuai perkembangan yang ada,” ujarnya.

Menurut Ery, peningkatan PAD tersebut juga menunjukkan upaya pembenahan tata kelola objek wisata mulai membuahkan hasil. Karena itu, pemerintah daerah diminta terus memperkuat sistem pengawasan agar potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan.

DPRD, lanjutnya, akan membawa persoalan tersebut dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2026. Evaluasi target PAD dinilai penting agar perencanaan pendapatan daerah lebih akurat sekaligus mampu mengoptimalkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan lonjakan PAD tahun ini merupakan hasil berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Skandal Video Diduga Pimpinan DPRD Makin Panas, FJI Tuntut Pemecatan

“Tahun ini baru sampai Juni, pendapatan sudah mencapai Rp35,8 miliar atau 99,29 persen dari target Rp36,06 miliar,” ujarnya.

Menurut Eko, pemerintah telah menerapkan sistem pembayaran retribusi non-tunai secara penuh di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron sejak Mei 2026. Sistem tersebut membuat setiap transaksi tercatat secara digital sehingga meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan.

Selain digitalisasi pembayaran, Disparekrafpora juga melakukan rotasi petugas lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan retribusi wisata.

Di sisi lain, tingginya jumlah kunjungan wisatawan turut mendorong kenaikan PAD. Hingga akhir Juni 2026, jumlah wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di Gunungkidul tercatat sekitar 2,9 juta orang atau hampir memenuhi target kunjungan sepanjang tahun yang dipatok sebanyak 3,2 juta wisatawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata6 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler