Connect with us

Uncategorized

Pemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Penanganan krisis air bersih di Kabupaten Gunungkidul terus berlanjut di tengah musim kemarau yang semakin panjang. Setelah anggaran droping air yang bersumber dari APBD Murni 2026 habis, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mengandalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, anggaran droping air yang dialokasikan melalui APBD Murni 2026 sebanyak 800 tangki telah terealisasi seluruhnya hingga 13 September 2026. Kondisi tersebut membuat BPBD harus segera menggunakan sumber pembiayaan lain agar distribusi air bersih tidak terhenti.

“Anggaran APBD murni sudah habis akhir pekan kemarin. Sebelumnya kami sudah mengusulkan penggunaan BTT untuk penanganan kekeringan,” kata Purwono, 

Ia menyebut, usulan tersebut akhirnya terealisasi setelah anggaran BTT sebesar Rp1,3 miliar dicairkan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul pada Senin (14/9/2026). Dana tersebut selanjutnya digunakan untuk melanjutkan pelayanan distribusi air bersih selama musim kemarau.

Berita Lainnya  Proses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi

Pemanfaatan BTT untuk droping air akan mulai dilakukan Selasa (15/9/2026) ini. Dalam skema penanganan lanjutan ini, distribusi air bersih dibagi menjadi dua jalur. BPBD akan menangani sekitar 800 tangki, sedangkan sebanyak 4.300 tangki lainnya disalurkan melalui pihak ketiga.

Menurutnya, untuk distribusi yang ditangani langsung BPBD, sasarannya meliputi Kapanewon Wonosari, Paliyan, Semanu, Tepus, Rongkop, Tanjungsari, dan Ponjong. Sementara penyaluran melalui pihak ketiga diarahkan ke Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, Panggang, Purwosari, Saptosari, Patuk, serta Girisubo.

Dengan dukungan anggaran tersebut, diproyeksikan kemampuan distribusi ditargetkan berada pada kisaran 32 hingga 40 tangki air setiap hari. Namun, jumlah pengiriman tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah serta ketersediaan armada.

Berita Lainnya  Belajar Membuat Eco Enzyme, Cairan Seribu Manfaat dari Fermentasi Sampah Dapur

Dengan pencairan BTT Rp1,3 miliar tersebut, pemerintah berharap pelayanan air bersih dapat terus berjalan hingga kondisi hujan kembali normal. Anggaran itu diproyeksikan mampu menopang kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan hingga akhir November 2026.

Sementara itu, Arief Prasetyo Subkoordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul mengungkapkan berdasarkan data BPBD, kekeringan kini telah berdampak terhadap 91.436 jiwa atau 27.805 kepala keluarga (KK). Mereka tersebar di 353 padukuhan dan 70 kalurahan.

Arief Prasetyo dari BPBD Gunungkidul mengatakan, wilayah terdampak saat ini tercatat mencapai 16 kapanewon. Dua kapanewon yang belum terdampak adalah Playen dan Karangmojo.

“Dampaknya masih berkembang. Saat ini ada 16 kapanewon yang terdampak, sementara Playen dan Karangmojo belum,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan. Pengusulan bantuan droping air dilakukan melalui kalurahan agar kebutuhan warga dapat diteruskan kepada Pemkab Gunungkidul.

Berita Lainnya  Beraksi di Sejumlah Tempat, Maling Spesialis Motor Diringkus Petugas

Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung cukup panjang. Kondisi kering bahkan diprediksi bertahan hingga awal November, sehingga kebutuhan air bersih diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Sejumlah instansi, organisasi, komunitas maupun pihak swasta turut memberikan bantuan air bersih melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

BPBD mengingatkan pihak-pihak yang hendak menyalurkan bantuan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD. Langkah tersebut diperlukan supaya distribusi bantuan tidak menumpuk di satu wilayah dan dapat diarahkan ke titik yang benar-benar membutuhkan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler