Connect with us

bisnis

Belajar Membuat Eco Enzyme, Cairan Seribu Manfaat dari Fermentasi Sampah Dapur

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berawal dari banyaknya sampah rumah tangga yang banyak di lingkungannya dan bau kotoran ayam yang sangat mengganggu, Jumirah beberapa bulan terakhir berusaha mencari solusi agar permasalahan itu dapat terpecahkan. Belum lama ini dirinya mulai memproduksi eco enzyme dari sisa-sisa kulit buah dan sayuran.

Jumirah merupakan warga Padukuhan Jatikuning, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk. Beberapa bulan lalu mendapat pelatihan secara online untuk mengolah sisa sayuran segar dan kulit buah-buahan. Dimana limbah rumah tangga tersebut difermentasi terlebih dahulu untuk menjadi cairan yang bermanfaat.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Jumirah menceritakan proses pemuatan eco enzyme ini dimulai dari pengumpulan sisa sayuran dan kulit buah yang masih sangat segar. Kemudian dicuci bersih dan di potong menjadi kecil-kecil, dari situ ditambahkan tetes tebu atau bisa juga diganti dengan gula jawa atau gula aren dan ditambah air PAM yang sudah diendapkan selama 24 jam.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Raih Bhumandala Award 2024

“Kalau air sumur bisa langsung, tapi kalau dari PAM harus didiamkan 24 jam agar kandungan kapurnya mengendap,” kata Jumirah, Minggu (24/10/2021).

Ia mengjelaskan untuk perbandingannya sendiri 1 kg tetes tebu atau gula jawa tersebut dicampur dengan 3 kg sisa buah dan sayur yang masih segar serta 10 liter air bersih. Bahan-bahan tersebut dimasukkan dalam sebuah botol tebal dan didiamkan selama 3 bulan.

“Selama proses fermentasi itu di seminggu pertama dan setiap satu bulan tutup botol dibuka untuk mengeluarkan gas yang terkandung didalamnya,”jelas dia.

“Untuk jenis sisa sayuran atau kulit buah itu harus 5 jenis, misalnya kulit pisang, kulit pepaya, bongkot kangkung, kulit buah naga, kulit jeruk. Sedangkan yang perlu dihindari misal sawi, kobis, kulit alpukat, kakao,” kata dia.

Setelah 3 bulan jadi, cairan berwarna coklat pekat kehitaman ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan obat diantaranya, mengobati luka terbuka dengan dioles-oles cairan ini secara rutin akan cepat keringnya. Kemudian menghilangkan bau kotoran ayam dengan menyemprotkan cairan yang dicampur air, gatal-gatal, penjernih air, luka bakar, dan lainnya.

Berita Lainnya  Lima Tips Berpakaian Untuk Tubuh yang Tidak Terlalu Tinggi

Meski setiap bulan memproduksi eco enzyme ini, tapi Jumirah tidak menjualnya. Ia hanya memberikan sampel kepada warga di luar daerahnya. Kemudian ia memberikan semacam pelatihan kepada mereka untuk ikut dalam pembuatan cairan ini.

“Tidak dijual saat pertemuan saya bawakan sampel kecil-kecil. Jadi apa yang sudah saya lakukan ini saya tularkan ke ibu-bu rumah tangga disekitar sini dan daerah lain agar bisa memproduksi sendiri. Ini kan juga berbasis pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Jumirah sendiri telah menginspirasi ibu-ibu di beberapa daerah untuk membuat eco enzyme untuk mengurangi produksi sampah rumah tangga. Disamping itu juga memecahkan solusi manakala bau kotoran ayam sangat menyengat pada waktu tertentu. Saat disemprotkan air yang dicampur eco enzyme setiap 3 hari sekali, bau kotoran akan hilang.

Berita Lainnya  Lansia 98 Tahun di Semin Ditemukan Gantung Diri

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler