Connect with us

Pemerintahan

Modernisasi Pertanian, Pemkab Bagikan Puluhan Peralatan Kepada Petani

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus memberikan fasilitas alat pertanian bagi para petani di Gunungkidul agar nantinya produksi dari masing-masing sektor pertanian mengalami peningkatan. Senin (17/12/2018) pagi tadi, Bupati Gunungkidul menyerahkan puluhan peralatan mesin sebagai penunjang aktifitas petani di ladang.

Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos mengatakan, puluhan peralatan tersebut murni bantuan dari pemerintah dengan menggunakan dana APBD dan APBN. Dengan diperhatikannya petani oleh pemerintah, melalui bantuan alat pertanian ini diharapkan produktifitas petani terus mengalami peningkatan. Sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan produksi lokal.

“Mudah-mudahan dapat lebih meningkatkan produktifitas sehingga semua aman. Ini juga sebagai bentuk perhatian pemerintah, pemberian bantuan ini tentunya kami kaji dengan adanya pengajuan dari masing-masing kelompok tani,” kata Badingah, usai penyerahan bantuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan terdapat 10 unit traktor roda dua, 15 unit Cultivator, 20 unit pompa air pertanian, 5 unit pompa air untuk peternakan, 3 unit sinklin yang dibagikan kepada para petani. Adapun dana untuk pengadaan bantuan peralatan pertanian tersebut bersumber dari dana APBN. Dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan dan memicu produktifitas pertanian para petani Gunungkidul.

Berita Lainnya  Ada Gambar Punokawan dan Kain Putih, Juru Kunci Cupu Panjala Sebut Berkaitan Dengan Pemimpin Negeri

Menurut Bambang, seiring berkembangnya teknologi memang patut untuk terus dilakukan modernisasi dalam pengolahan lahan pertanian. Sehingga lebih optimal dan efisien, tidak memerlukan waktu yang lama dalam pengolahan tanah. Berbagai kendala tentunya dihadapi oleh para petani saat melakukan penggarapan lahan, mayoritas masyarakat Gunungkidul pun memiliki lahan yang luas-luas pula.

“Terlebih sekarang ini kan musim penghujan terus mundur, jadi untuk mempercepat pengolahan tanah dibutuhkan peralatan modern, salah satunya ya pemberian bantuan ini,” ungkap dia.

Puluhan bantuan mesin modern ini diharapkan juga dapat untuk menghasilkan pendapatan bagi kelompok tani. Dengan demikian, penggunaan mesin ini bisa disewakan atau digunakan untuk keperluan lain yang sekiranya menghasilkan materi untuk biaya perawatan.

Berita Lainnya  Resmi Pinang Sunaryanta Jadi Calon Bupati, Koalisi Parpol Non Parlemen Ingin Tiru Teman Ahok

Adapun bedasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengenai hasil pertanian sementara ini cukup memuaskan dan terus ada peningkatan meski ada target yang belum terpenuhi. Misalnya saja ditahun 2018/2019 ini, untuk hasil padi pemerintah menargetkan 48.776 hektare lahan panen namun baru terealisai 40.991 hektar. Kemudian hasil jagung ditargetkan 50.720 hektare baru terealisasi 44.731 hektare.

“Tapi yakin tertutup lah tentunya target yang telah ditetapkan. Maka dari itu pendampingan dan pemberian fasilitas terus diberikan untuk memupuk semangat bertani masyarakat,” imbuhnya.

Sementara untuk produtifitas cabai di Gunungkidul mengalami peningkatan yang signifikan yakni dari target 480,08 hektare tercapai 761,3 hektare. Pun demikian dengan produktifitas bawang merah yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah yakni dari target 463,60 hektare tahun ini realisasinya mencapai 692 hektare.

Berita Lainnya  Sepuluh UMKM Gunungkidul Dapat Rekomendasi Untuk Membuka Gerai di Bandara Internasional Kulonprogo

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Jati Subur, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Sutarto mengatakan pihaknya sangatlah terbantu dengan program bantuan dari pemerintah ini. Dengan bantuan peralatan modern ini tentu sangat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas petani. Waktu yang dibutuhkan pun juga lebih singkat dalam mengolah tanah, sehingga berangsur ada peralihan dari sistem tradisional yang semula diterapkan.

“Terbantu tentunya, sebagai penyemangat dalam bertani. Kalau untuk bantuan cultivator sendiri memang baru pertama kali,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Gunungkidul juga memberikan sejumlah bantuan bibit bagi kelompok tani, mulai dari bibit kakao yang menjadi salah satu komoditas yang terus dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat, serta beberapa bantuan bibit lainnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler