Connect with us

Pemerintahan

Dana Desa Dipastikan Naik, Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum Akan Tingkatkan Pengawasan

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah telah memastikan dana desa untuk Kabupaten Gunungkidul tahun 2019 ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengoptimalisasi pembangunan dari dana desa tersebut, sejumlah instansi dari pemerintah dan penegak hukum akan berupaya melakukan pendampingan dan pengawasan lebih ketat lagi. Sehingga nantinya tidak ada hal-hal yang merugikan baik masyarakat maupun negara dalam pelaksanaan pembangunan dana desa tersebut.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Gunungkidul, Sujarwo mengatakan, naiknya dana desa tentu diikuti dengan tingkat kerawanan dalam penggunaan di desa juga lebih beresiko tinggi. Maka dari itu pengawasan dan pendampingan dari awal hingga akhir penggunaan dana desa akan dilakukan oleh pihaknya. Tak hanya dari lembaga ini, melainkan juga dari aparat hukum akan melakukan pengecekan secara berkala.

Berita Lainnya  Gunungkidul Wajib Masker, Pemerintah Siapkan Langkah Penegakan

Berkaca pada evaluasi tahun-tahun sebelumnya, tak sedikit pula dalam pengunaan dan penganggaran dana desa justru menyeret para pemangku pemerintahan desa pada jalur hukum. Untuk meminimalisir hal ini lah kemudian akan dilakukan pengawasan dan pendampingan.

“Pendampingan akan kami lakukan secara menyeluruh di 144 desa yang ada. Sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Sujarwo, Selasa (29/01/2019).

Menurut dia tingkat kerawanan penyalahgunaan atau penyimpangan rancangan dan pertanggungjawaban masing-masing desa hampir sama. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada yang berbeda di beberapa daerah. Hal ini berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sejumlah hal lainnya. Terlebih saat ini merupakan tahun politik. Segala antispasi perlu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berkaitan dengan hal ini, sepekan silam, Solidaritas Kepala Desa se Kabupaten Gunungkidul menggelar sebuah acara pertemuan rutin dengan pemerintah kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilakukan untuk memecahkan segala keluh kesah terkait permasalahan yang dihadapi di masih-masing desa dalam proses penggunaan dana desa. Pendampingan dari pemerintah kabupaten dalam program pemerintah diantaranya dana desa sangatlah dibutuhkan.

Berita Lainnya  Beban Berat Ratusan Ribu Masyarakat Gunungkidul Dilanda Bencana Kekeringan di Tengah Pandemi

“Agar sesuai jika sekiranya terdapat kekeliruan karena kurang pahamnya perangkat tentu langsung dapat dibenahi dan kedepan tidak ada temuan terkait kesalahan administrasi ataupun tindak pidana,” ucap ketua SKDSGK, Sutiyono.

Dalam pertemuan rutin tersebut juga dibahas mengenai regulasi pemerintah yang pada akhirnya dianggap menghambat ABPDes. Kemudian terkait bantuan keuangan khusus yang masih belum merata. Dari 144 desa menginginkan pemerataan agar mempercepat pembangunan dan pemberdayaan. Berkaitan dengan kenaikan gaji perangkat desa yang akan disetarakan layaknya PNS golongan II A tak luput dari bahasan.

“Pada intinya kalau untuk kenaikan gaji kami sampaikan jangan sampai dibebankan pada daaerah/kabupaten. Ini nanti juga berpengaruh pada jalannya pelaksanaan pemerintahan di tingkat desa,”imbuh dia.

Sutiyono juga mengungkapkan, pihaknya juga mengajukan sejumlah usulan agar nantinya para purna tugas dari perangat desa mendapat tunjangan dari pemkab Gunungkidul. Kemudian berkaitan pula dengan jaminan sosial atau kesehatan, ia meminta agar pemkab mencover BPJS kesehatan para perangkat desa. Mengingat hal semacam ini sangatlah dibutuhkan.

Berita Lainnya  Komisi C DPRD Gunungkidul Tinjau Dokumen Amdal Calon Gedung Perkantoran di Siraman

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler