fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Anthrax Kembali Muncul di Gunungkidul, 5 Sapi Dilaporkan Mati

Diterbitkan

pada

BDG

Semanu,(pidjar.com)– Kasus antrhax dikabarkan kembali muncul di Kabupaten Gunungkidul. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul tengah melakukan penanganan agar tidak memperluas penyebaran anthrax ke wilayah lainnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, saat dikonfirmasi membenarkan munculnya kasus anthrax di Gunungkidul. Dikatakannya, kasus anthrax ditemukan di Kapanewon Semanu sejak bulan November tahun 2022 lalu. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penanganan di wilayah setempat agar penyakit anthrax tidak meluas ke wilayah lain.

“Pertama kali ditemukan bulan November tahun 2022 lalu, ada 5 sapi yang dilaporkan mati karena anthrax. Terakhir bulan Juni lalu,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, Senin (04/07/2023).

Berita Lainnya  Tanggapi Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul, Kapolda DIY Minta Maksimalkan Peran Ulama

Disebutnya sejak ditemukan bulan November tahun lalu sudah terdapat lima ekor sapi yang mati. Pada awalnya, diketahui sapi milik warga setempat mengalami sakit yang mengarah ke penyakit anthrax, setelah dilakukan pengujian ia mengatakan jika ternyata adanya indikasi anthrax mengenai sapi di wilayah tersebut.

“Daerah itu lebih kita perhatikan terutama dalam lalu lintas ternak, supaya tidak menyebar ke daerah lain,” ucapnya.

Ia memastikan penanganan sudah dilakukan sejak bulan November tahun 2022 lalu. Petugas sudah diterjunkan untuk memberikan vaksin serta antibiotik ke seluruh hewan ternak di zona rawan penularan anthrax. Selain itu, menurutnya edukasi ke masyarakat juga penting dilakukan supaya ketika adanya hewan yang mati mendadak agar segera dikubur dan tidak dikonsumsi.

Berita Lainnya  Kasus Demam Berdarah Tetap Tinggi Meski Musim Kemarau, Dinas Kesehatan Beri Perhatian Khusus

“Vakin dan antibiotik sudah berjalan, kemarin sebelum hari raya sudah mendapatkan bantuan dari kementerian,” ungkapnya.

“Untuk stok obat-obatan kami pastikan aman, kami himbau juga kepada masyarakat agar ketika ada hewan ternak mati mendadak secepatnya dikubur dan tidak dikonsumsi,” tutup Wibawanti.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler