Kriminal
Polres Gunungkidul Dibantu Tim Khusus Polda DIY untuk Antisipasi Aksi Klitih, Jalur Wisata Dapat Perhatian Khusus
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran Polres Gunungkidul siap menerjunkan tim khusus untuk penanganan jika ada aksi klitih di Gunungkidul. Bahkan nantinya Polres Gunungkidul akan dibantu oleh tim khusus Polda DIY untuk mengantisipasi adanya serangan klitih. Kawasan yang berada di jalur wisata turut menjadi perhatian khusus petugas gabungan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan, untuk penanganan klitih, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Satreskrim sendiri telah menyiapkan tim khusus untuk antisipasi serangan ataupun pengungkapan kasus terhadap klitih.
“Kita siapkan Tim Buser untuk antisipasi dan pemburuan terhadap klitih jika masuk ke Gunungkidul. Kita juga dibackup Polda jika benar-benar ada klitih di Gunungkidul,” ungkap Agung, Senin (23/12/2019).
Tim khusus tersebut akan diterjunkan jika kasusnya cukup sulit. Pihaknya menegaskan bahwa pengungkapan akan dilakukan bersama tim dari Polda DIY.
“Jika sekiranya susah informasi dibantu fungsi intel dan bhabinkamtibmas,” kata dia.
Ia mengatakan, untuk kasus penganiayaan di Gedangsari beberapa hari lalu bukanlah merupakan kasus klitih. Agung menyebut kasus penganiayaan tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh sekelompok orang yang kerap disebut klitih.
“Yang Gedangsari cuma pemukulan, jadi bisa dilihat dari uraian kejadiannya itu, kalau kasus klitih bukan termasuk seperti itu,” terang dia.
Namun begitu, pihaknya mengakui saat ini dalam penanganannya Satreskrim ikut melakukan backup. Bahkan meurutnya, tidak hanya kasus di Gedangsari saja, namun semua Polsek yang ada kasus serupa.
“Ya apabila sekiranya kasusnya menonjol maka dari Polres memback up Polsek untuk melakukan pengungkapan. Apa lagi menjelang Natal dan tahun baru jadi sedikitpun terjadi kejadian di masyarakat maka Polres selalu back up guna ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tegas dia.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah melakukan pemetaan wilayah rawan. Dari hasil pemtaan pihaknya menetapkan jalur wisata pantai menjadi jalur rawan.
“Ya titik yang diwaspadai sepanjang jalur selatan, karena wisatawan banyak yang akan ke arah pantai,” terang Agung.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
