Budaya
Babad Dalan Sodo, Tradisi Tahunan Warga yang Tetap Dilestarikan
Paliyan,(pidjar.com)–Tradisi babad dalan kembali digelar di Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul pada Jumat Kliwon (3/4/2026). Meski berlangsung sederhana, prosesi tetap berjalan khidmat dengan melibatkan masyarakat setempat.
Lurah Sodo, Sunaryo, mengatakan tradisi babad dalan Kalurahan Sodo adalah sebuah tradisi upacara adat dan kirab budaya tahunan yang diselenggarakan oleh warga Kalurahan Sodo, Paliyan, Gunungkidul.
Tradisi ini sebagai wujud syukur atas hasil panen dan permohonan keselamatan. Sejumlah pertunjukan disuguhkan dalam penyelenggaraan tradisi tahunan tersebut, mulai dari kirab gunungan hasil bumi, pertunjukan kesenian rakyat, serta kirab berjalan kaki menuju balai kalurahan.
Lurah Sodo, Sunaryo mengatakan, pada pelaksanaan Babad Dalan Sodo tahun ini memang tidak menghadirkan kirab besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, esensi tradisi tetap dijaga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat.
“Untuk tahun ini kita laksanakan secara sederhana, tidak seperti kirab besar. Tapi yang terpenting adalah makna dan nilai sakralnya tetap kita jaga,” ujar Sunaryo.
Ia menjelaskan, prosesi arak-arakan gunungan dipercayakan kepada warga Padukuhan Selorejo. Gunungan berisi hasil bumi diarak dengan berjalan kaki dari Lapangan Sodo menuju Balai Kalurahan Sodo.
“Warga Selorejo kita beri kepercayaan membawa gunungan. Ini bentuk kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam melestarikan tradisi,” jelasnya.
Menurutnya, kirab besar memang tidak digelar setiap tahun, melainkan dua tahunan. Terakhir, kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2025 lalu.
“Kirab besar-besaran itu dua tahun sekali, terakhir tahun 2025 kemarin. Jadi sekarang kita buat lebih sederhana, tapi tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Sesampainya di lokasi, gunungan diserahkan secara simbolis dan dilanjutkan dengan kenduri bersama yang diikuti pamong kalurahan dan masyarakat.
“Setelah sampai balai, kita serahkan gunungan secara simbolis, lalu dilanjutkan kenduri bersama. Ini sebagai wujud syukur masyarakat,” imbuhnya.
Sunaryo juga menyebut rangkaian kegiatan babad dalan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Besok ada pentas tari dari anak-anak dan remaja, kemudian Senin nanti masing-masing padukuhan menggelar rasulan,” ucapnya.
Sebagai penutup, akan digelar pagelaran wayang kulit di Balai Kalurahan Sodo.
“Nanti puncaknya kita tutup dengan wayang kulit sebagai hiburan sekaligus pelestarian budaya,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
