Connect with us

Budaya

Menuju Penetapan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar

Diterbitkan

pada

 

Jogja,(pidjar.com)– Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara resmi mengajukan usulan penetapan Bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Usulan tersebut disampaikan dalam bentuk naskah akademik sebagai langkah awal mendorong pengakuan nasional terhadap praktik menggambar sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan Indonesia.

Dalam kajian yang disusun tim formatur Indonesia Menggambar 2026, aktivitas menggambar ditegaskan tidak sekadar keterampilan teknis seni rupa, melainkan praktik budaya yang memiliki dimensi edukatif, historis, psikologis, filosofis, hingga sosial. Menggambar dinilai berperan dalam memperkuat literasi visual, mengembangkan kemampuan kognitif, serta menjadi media ekspresi emosional dan pembentukan karakter.

“Menggambar bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi merupakan praktik budaya yang hidup dan memiliki peran penting dalam membangun cara berpikir, merasakan, dan berkomunikasi masyarakat,” ujar EdoPop selaku Presiden Indonesia Raya Menggambar (1/4/26).

Secara historis, praktik menggambar di Indonesia telah berlangsung sejak masa prasejarah. Hal ini dibuktikan melalui temuan lukisan gua di sejumlah wilayah Nusantara, seperti Kalimantan dan Sulawesi, yang menunjukkan bahwa menggambar telah menjadi sarana komunikasi, pencatatan pengalaman, dan pembentukan sistem pengetahuan sejak ribuan tahun lalu.

Dalam konteks pendidikan, menggambar juga memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, serta keterampilan motorik halus. Selain itu, aktivitas ini berfungsi sebagai media katarsis untuk membantu individu mengelola emosi dan menjaga keseimbangan psikologis.

Berita Lainnya  Mundur Dari Bursa Calon Bupati, Ini Pernyataan Resmi Wahyu Purwanto

“Melalui menggambar, seseorang dapat mengekspresikan emosi, mengasah kreativitas, sekaligus membangun kesadaran diri yang lebih baik,” tambahnya.

Pemilihan Bulan Mei sebagai momentum nasional didasarkan pada sejumlah pertimbangan historis dan kultural. Bulan ini beririsan dengan berbagai peringatan penting, seperti Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Hari Perpustakaan Nasional (17 Mei), Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), serta momen kelahiran pelukis modern Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman.

 

Gerakan ini sejatinya telah diinisiasi sejak 2022 oleh berbagai komunitas yang tergabung dalam Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar. Melalui kegiatan serentak di bulan Mei, komunitas di berbagai daerah telah menyelenggarakan Hari Menggambar Nasional dengan beragam aktivitas, mulai dari pameran, workshop, kelas edukasi, hingga aktivasi ruang publik.

Berita Lainnya  Insiden Warga vs Suporter, Jalan Wonosari-Jogja Sempat Mencekam

Sebagai bagian dari advokasi kebijakan, Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Pertemuan tersebut dihadiri oleh EdoPop, Syamsul Barry, Hajar Pamadhi, serta Dio Pamola.

Dalam audiensi tersebut, turut disampaikan rencana penyelenggaraan Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026 yang akan melibatkan 303 komunitas dari seluruh Indonesia. Pameran ini direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2026 di Gallery RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

“Kami melihat potensi besar gerakan menggambar sebagai bagian dari penguatan budaya visual nasional. Ini bukan hanya milik seniman, tetapi milik seluruh masyarakat,” kata Fadli Zon dalam audiensi tersebut.

Rangkaian kegiatan Bulan Indonesia Menggambar nantinya tidak hanya berupa pameran, tetapi juga mencakup workshop, pendidikan seni, intervensi ruang publik, hingga eksplorasi visual berbasis teknologi seperti digital drawing dan media interaktif.

Berita Lainnya  Tak Dapat Pengobatan Layak dan Perlakuan Kurang Mengenakkan, ART Ketua DPRD Berang Saat Berobat di RSUD Wonosari

Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan realitas virtual, kemampuan literasi visual menjadi kebutuhan mendasar. Menggambar dipandang sebagai fondasi penting dalam memahami sekaligus membentuk budaya visual masa kini dan masa depan.

Di era digital, literasi visual menjadi kunci. Menggambar adalah fondasi penting untuk memahami dan membentuk budaya visual yang terus berkembang”.

Hasil audiensi menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk menindaklanjuti naskah akademik tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Dukungan juga disampaikan oleh Fadli Zon yang mendorong partisipasi luas masyarakat dalam menyemarakkan gerakan menggambar.

Melalui inisiatif ini, Bulan Indonesia Menggambar diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang sebagai gerakan nasional yang memperkuat identitas visual bangsa, memperluas akses berkesenian, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya budaya visual dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler