Connect with us

Sosial

Berawal Terdesak Oleh Pandemi, Warga Bleberan Sulap Bonggol Jagung Dari Sampah Jadi Rupiah

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jagung merupakan salah satu hasil pertanian unggulan di Kabupaten Gunungkidul. Selama ini, masyarakat selama ini hanya memafaatkan biji jagung untuk dijual maupun dibuat olahan makanan. Sementara janggel atau bongolnya kemudian dibuang begitu saja dan dianggap sebagai limbah. Padahal jika diolah, janggel atau bongol ini mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang bernilai tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang warga Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Qohar. Ia belum lama ini mulai melakukan budidaya jamur janggel dengan bahan utama janggel atau bonggol jagung. Budidaya ini mulanya hanya coba-coba, namun ternyata dianggap menguntungkan dan direspon baik oleh pasar.

Pria ini semula merupakan pengusaha olahan limbah kayu yang disulap menjadi beragam kerajinan bernilai jual tinggi. Sayangnya, akibat pandemic covid 19 yang terjadi, pesanan kerajinan limbah kayu sangat lesu. Kemudian ia putar otak untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah kelesuan usahanya.

Berita Lainnya  Halau Kendaraan Berat Lewat, Tanjakan Bundelan Dibangun Pos Khusus

Sejumlah peluang terus ia bidik. Hingga kemudian, ia tertarik setelah melihat adanya janggel jagung yang cukup banyak yang seakan hanya menjadi sampah. Ia berpikir bagaimana cara untuk bisa memanfaatkan agar bisa tetap dijual. Beberapa artikel dan sharing dengan rekannya ia lakukan. Kemudian ia menemukan ide untuk pembuatan jamur janggel. Ternyata cukup mudah dan modalnya juga tidak terlalu besar.

“Karena pandemic covid ini, usaha saya kan lesu kemudian saya cari cara untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ucap Qohar, Selasa (30/06/2020).

Qohar lantas membuat kumbung menggunakan alas plastik kemudian diisi dengan janggel jagung yang telah dicampur dengan ragi tape, dedak dan urea. Campuran dalam kumbung itu lalu didiamkan selama sekitar 2 minggu.

Berita Lainnya  Dibimbing Mahasiswa UGM, Masyarakat Jetis Rintis Budidaya Lobster Air Tawar

“Selama 2 minggu prosesnya. Dari situ kemudian jamur tumbuh dan bisa dipanen,” kata dia.

Janggel yang dimanfaatkan sendiri menurut Qohar hanya dapat digunakan sekali saja, kemudian harus diganti dengan janggel yang baru. Lantaran potensinya yang tinggi dan banyaknya permintaan dari konsumen, ia berencana akan menambah kumbung dan menambah produksinya.

“Pas awal itu hanya 1 ½ kg. tapi setiap harinya terus bertambah. Per kilogram dijual seharga 30 ribu,” tambahnya.

Perawatannya pun tergolong mudah, untuk pemasaran sementara ini hanya di sekitar lingkungannya saja. Nantinya jika hasil panen melimpah tentu akan dipasarkan ke luar Bleberan.

“Kalau janggel kan biasanya hanya dianggap sampah, ada yang malah untuk buat api. Tapi jika dibudidaya seperti ini justru menghasilkan rupiah. Biasanya ditumis atau dibuat jamur crispy,” terang Qohar.

Berita Lainnya  Angkat Air dari Dalam Goa, Pemkab Ajukan Pendanaan ke Provinsi 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler