Connect with us

Sosial

Berkah Pipa Bocor, Warga Terdampak Kekeringan Rela Antri Dapatkan Air

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Legundi, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari saat ini memiliki kesibukan baru. Mereka rela beberapa saat mengantri untuk bisa memanfaatkan air yang bocor dari pipa PDAM untuk kemudian dikumpulkan ke wadah-wadah yang mereka bawa. Dengan sabar sejumlah warga saling bergantian menunggu wadah yang mereka bawa penuh.

Memanfaatkan pipa PDAM yang sudah beberapa waktu ini bocor memang menjadi salah stu alternatif warga setempat untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Sejak musim kemarau ini, warga memang tidak lagi memiliki akses air bersih. Situasi sendiri semakin sulit lantaran layanan PDAM di wilayah tersebut saat ini jarang sekali bisa diandalkan. Air layanan tersebut mengalir secara tak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka terpaksa membeli dari truk tangki swasta.

Salah seorang warga setempat, Minem mengatakan bahwa untuk sementara, air dari kebocoran pipa itu menjadi andalannya dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga. Karena kualitas air termasuk bagus, ia bisa menggunakan air tersebut untuk memasak, minum, ataupun kebutuhan lainnya. Namun begitu, karena mengandung cukup banyak zat kapur, sebelum digunakan, air tersebut terlebih dahulu disaring.

Minem menambahkan bahwa apa yang saat ini terjadi cukup membantunya. Hal ini lantaran jika harus membeli dari tangki swasta di mana per tangki harus membayar Rp150.000, cukup berat baginya. Ia tak menampik bahwa sebenarnya cukup banyak bantuan dropping air dari swasta, namun itupun juga tidak bisa sepenuhnya mencukupi karena untuk satu tangki bantuan tersebut, harus dibagi dengan warga lainnya dalam lingkup 1 RT.

Berita Lainnya  Masa Tunggu Haji di Gunungkidul Capai 30 Tahun

“Mubadzir kalau tidak dimanfaatkan, daripada terbuang,” beber dia, Senin (20/08/2018) siang.

Senada dengan Minem, warga lainnya, Kardi mengaku bahwa setiap hari memilih untuk mengantri di jaringan pipa yang bocor tersebut. Ia mengatakan bahwa sebenarnya sangat terbantu dengan adanya kebocoran jaringan pipa tersebut.

Kardi mengatakan bahwa selama ini ia memilih tidak berlangganan air dari PDAM Tirta Handayani. Ketidakpastian layanan di mana air tidak tentu mengalir membuat ketiadaan minat tersebut.

“Kalau ainya pasti mengalir saja saya mau langganan. Tapi sekarang ini yang keluar seringkali cuma angin, jadi rugi malahan kalau saya langganan,” terangnya.

Sementara itu, Dukuh Legundi, Supriyatno menambahkan, di daerahnya ini memang sudah beberapa bulan terakhir terdampak kekeringan. Warga setempat hanya bisa mengandalkan air sisa dari embung yang ada di desa yang sudah sangat terbatas. Selain itu, warga terpaksa harus membeli air dari tangki swasta.

Berita Lainnya  Tak Hanya di Hari Jumat, Restoran Ini Sediakan Makan Gratis Setiap Hari Untuk Kaum Dhuafa

Kebocoran pipa PDAM yang terjadi saat ini memang bisa dibilang menjadi berkah sementara bagi warga. Namun demikian, air dari bocoran pipa PDAM tersebut juga tidak sewaktu-waktu mengalir.

“Kalau pas bocoran di sini mengeluarkan air, ramai warga yang mengantri,” kata Supriyatno.

Di Padukuhan Legundi sendiri, saat ini masih dalam taraf percobaan layanan PDAM. Dari 145 KK yang menghuni Padukuhan Legundi, baru ada sekitar 12 KK yang memasang layanan PDAM. Dari warga yang telah berlangganan tersebut, juga banyak keluhan lantaran air tak bisa mengalir secara rutin.

Pihaknya sendiri telah mengadukan keluhan masyarakat tersebut kepada pihak perusahaan. Namun hingga saat ini, masih belum ada solusi yang diberikan.

"Di sini juga sudah mengadu ke kecamatan, namun dari pihak Kecamatan tidak mengajukan dropping. Saya sudah minta sebenarnya. Kalau dari PDAM katanya mau benahi, atau sedang ada kendala gitu saja bilangnya,” ujarnya.

Terkait pipa air PDAM yang bocor, Direktur PDAM Tirtahandayani, Isnawan Febriyanto mengatakan petugas sudah diterjunkan untuk memperbaiki kebocoran.

Berita Lainnya  Polemik Pembatalan Seleksi Perangkat Bohol, Dari Rumor Deal Jagoan Lurah Hingga Ancaman Gugatan

“Setiap ada kebocoran akan kami lihat terlebih dahulu. Kalau daerah yang biasanya harus bergilir, jika dimatikan akan menganggu penggiliran selanjutnya. Nanti dibenahi biasanya kalau pas pindah giliran. Memang kalau tidak segera diperbaiki akan menganggu tekanan air di ujung,” urainya.

Berkaitan dengan keluhan dari warga Saptosari mengenai layanan PDAM, Isnawan berdalih bahwa untuk saat ini, debit air di wilayah Saptosari memang relative kecil. Hal ini dikarenakan suplai air dari sumber Bribin memang kecil lantaran terkendala pompa air.

“Sudah diusulkan ke Satker untuk penambahan pompa, pada bulan ini sudah ada tendernya,” ujar Isnawan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki memaparkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan perihal adanya penambahan luasan wilayah yang terdampak kekeringan. Laporan terakhir yang ia terima beberapa waktu lalu, ada penambahan wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Saptosari yang melingkupi 3 padukuhan di Desa Krambilsawit.

“Di Padukuhan Sawah sebanyak 60 KK, Padukuhan Pringwulung 70 KK, dan Padukuhan Bendo 70 KK. Selain itu tidak ada laporan masuk lagi,” beber dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler