Pariwisata
Camping Syahdu di Pantai Kayu Arum
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pesona alam Gunungkidul yang masih asri dan alami memang menjadi daya tarik tersendiri, terlebih di kawasan pantai selatan. Obyek wisata yang menyuguhkan kondisi ini menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan yang masuk ke bumi handayani ini. Salah satu pantai yang menyuguhkan panorama eksotis semacam ini adalah Pantai Kayu Arum yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Di pantai ini, pengunjung bisa menikmati pasir putih nan bersih dan masih asrinya lingkungan yang memang menjadi keunggulan pantai ini.
Pekan ini pidjar-com-525357.hostingersite.com akan sedikit mengulas tentang pantai yang namanya masih sangat asing jika dibandingkan dengan Pantai Indrayanti, Kukup, Krakal atau bahkan Pantai Baron. Untuk sampai di pantai Kayu Arum pengunjung memang harus lebih ekstra dalam menempuh perjalanan. Dari pusat kota memakan waktu lebih dari 45 menit menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung bisa menuju arah pantai Baron kemudian mengambil jalur ke obyek wisata Baron Technopark.
Untuk sampai ke pantai Kayu Arum jalanan yang dilalui sangatlah terjal. Selain itu, perjalanan untuk bisa sampai ke bibir pantai juga harus disambung dengan berjalan kaki. Pengunjung memang harus memarkirkan kendaraannya obyek wisata Baron Techopark. Saat tracking ini pengunjung disarankan menggunakan sandal atau sepatu yang benar-benar nyaman pasalnya medan yang dilalui adalah perbukitan dan pematang ladang milik warga sekitar.
“Sekitar 15 menit jalan kaki di medan yang sulit, disarankan sih pagi atau sore biar ndak panas pas jalan. Kalau musim hujan gini ya jalannya licin karena bebatuan bercampur tanah,” kata salah seorang pengunjung, Eka Utami, Sabtu (02/03/2019).

Pengunjung di Pantai Kayu Arum harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk bisa sampai di bibir pantai
Meski perjalanan yang ditempuh agak jauh, namun pengunjung tidak perlu khawatir karena sepanjang jalan pemandangan yang disuguhkan begitu luar biasa indahnya. Berjalan di tengah-tengah bukit karang yang begitu tinggi, kearifan masyarakat pada setiap orang yang lewat juga cukup bagus. Tak sedikit memang mereka terhenti sejenak sembari menonton aktifitas petani dan berswafoto di ladang yang ada.
Mendekati bibir pantai kicau burung dan suara ombak yang datang sayup-sayup terdengar. Dari jarak beberapa meter pun ombak menari-nari begitu indah layaknya memanggil wisatawan untuk segera sampai di pantai dan bermain air. Sungguh pemandangan yang luar biasa tentunya.
“Seger kalau di sana itu, belum ada banyak campur tangan masyarakat jadi lebih asri dan alami,” imbuh dia.

Panorama di Pantai Kayu Arum yang sangat eksotis
Pasir di pantai Kayu Arum masih sangat bersih dan putih. Dari ujung sampai ujung juga tidak ditemukan sampah berceceran karena kebersihan sangatlah dijaga oleh pengujung maupun masyarakat sekitar. Belum lagi jernihnya air sehingga pengunjung yang bermain bisa melihat biota di bawah yang ada.
Pantai ini seringkali dijadikan spot berlatih oleh Mapala dari berbagai universitas ternama dan perguruan tinggi. Tak jarang komunitas lain juga singgah ke pantai ini, karena ada banyak spot yang sangat menarik untuk dijajal oleh pengunjung. Mulai dari tracking menuju pantai, spot mancing di atas tebing hingga beberapa spot lainnya.
“Jadi favorit warga atau pemancing juga setau saya. Karena banyak tebing karang di sini. Oh iya pantainya diapit tebing, dan permukaannya tidak terlalu luas,” imbuh dia.
Tak hanya itu, pengunjung yang ke obyek wisata ini juga akan dihipnotis dengan indahnya panorama sunset maupun sunrise karena memang begitu indah. Di pinggiran pantai ini juga selalu berdiri tenda-tenda milik para pemuda yang sengaja menghabiskan liburan drngan camping bersama teman-temannya saat akhir pekan.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Budaya18 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
