fbpx
Connect with us

Politik

Daftarkan Full Kuota Bacaleg, Nasdem Gunungkidul Pede Menangkan Pemilu 2019 dan Usung Calon Bupati

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Partai politik yang saat ini tengah naik daun di kalangan masyarakat Gunungkidul, Partai Nasdem akhirnya melakukan pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada Senin (16/07/2018) atau sehari sebelum masa pendaftaran ditutup Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sejumlah pengurus teras di DPD Partai Nasdem Gunungkidul turut membawa serta seluruh calegnya yang didaftarkan untuk bertarung dalam Pemilu 2019 mendatang. Diantara yang turut hadir dalam proses pendaftaran tersebut adalah Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, eks politisi PDIP yang telah hengkang ke Partai Nasdem.

Prosesi pendaftaran partai besutan Surya Paloh sendiri berlangsung lancar. Seluruh dokumen para Bacaleg yang didaftarkan dinyatakan lengkap.

Ditemui usai prosesi pendaftaran di kantor KPU, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Sekretaris DPD Partai Nasdem Gunungkidul, Agustinus mengatakan bahwa dalam kesempatan ini, pihaknya mendaftarkan 45 bacaleg. Ini merupakan jumlah maksimal Bacaleg yang bisa didaftarkan oleh parpol dalam Pemilu 2019.

“Seluruh Dapil (Daerah Pemilihan) bacaleg kita semua kumplit, juga keterwakilan caleg perempuan sudah memenuhi syarat, bahkan lebih,” ungkap Agus, Senin siang.

Ia menambahkan, pendaftaran pada 16 Juli 2018 ini memang cukup meleset dari rencana semula. DPD Partai Nasdem Gunungkidul sendiri sebelumnya akan mendaftar pada hari pertama pendaftaran Bacaleg pada 4 Juli 2018 silam. Namun atas rekomendasi dari DPP Partai Nasdem, rencana tersebut diurungkan lantaran pendaftaran hari pertama dianggap terlalu cepat.

Disinggung mengenai kemunduran tersebut lantaran masuknya Suharno yang hengkang dari PDIP, Agus langsung membantah. Menurutnya, skema pendaftaran Bacaleg dengan adanya nama Suharno sekaligus Rian Eko yang berasal dari PDIp sudah ada sejak Juni lalu. Pengunduran ini murni merupakan perintah dari DPP Partai Nasdem.

“Memang sudah masuk dalam rencana kami masuknya Suharno ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Gunungkidul, Suparjo mengapresiasi KPU yang telah menerima dengan baik pendaftaran Bacaleg Partai Nasdem. Diceritakan Suparjo, proses pendaftaran Bacaleg Partai Nasdem sendiri berjalan dengan mulus tanpa kendala. Seluruh dokumen sudah dinyatakan lengkap. Saat ini pihaknya tinggal menunggu proses verifikasi yang dilakukan oleh KPU.

“Kita tunggu saja hasilnya bagaimana, jika ada yang kurang lengkap, kami siap untuk melengkapi,” lanjutnya.

Nasdem Gunungkidul sendiri sangat optimis bisa meraup 10 kursi legislatif dengan banyaknya caleg potensial yang masuk. Pada Pemilu 2014 silam, Partai Nasdem Gunungkidul hanya memiliki 2 wakil di DPRD Gunungkidul. Namun pada Pemilu 2019 ini, dengan mantap Suparjo mentargetkan untuk bisa memenuhi target. Seluruh Bacaleg Nasdem ia tegaskan sudah siap tempur untuk mendulang suara.

“Harapannya kita nanti bisa mencalonkan Bupati sendiri yang sesuai dengan platform kami untuk memajukan Gunungkidul,” tandas dia.

Salah satu Bacaleg Partai Nasdem, Agung Topo Broto S.Pd menyatakan siap untuk bertarung dalam Pemilu 2019 mendatang. Pensiunan guru yang terakhir bertugas di SMA N 1 Semanu ini sendiri akan bertarung di Dapil neraka yakni Dapil I di mana dalam sejarahnya memang selalu menjadi ajang pertarungan ketat. Meski merupakan politisi pendatang baru, ia menyatakan sangat optimis untuk bisa membuat kejutan dengan meraih satu kursi.

“Kalau berat memang berat, namun yang terpenting bagi saya adalah memunculkan politik yang bersih, dan berguna bagi masyarakat,” tutur dia.

Salah satu yang dipegang oleh putra politisi senior di Gunungkidul, TAS Soemitro ini adalah komitmennya untuk tidak membohongi masyarakat. Seluruh janji kampanye sudah dirancang oleh Bacaleg nomor urut 6 ini sebagai program yang realistis dan tidak bertujuan hanya mendulang suara semata. Salah satu terobosan yang ia gagas adalah untuk memberikan laporan hasil kerja kepada masyarakat maupun konstituen pada khususnya. Hal ini merupakan bentuk pengabdian dan sekaligus juga menempatkan masyarakat sebagai tuan yang ia wakili.

“Jika terpilih, saya berjanji akan membuat laporan hasil kerja setiap 6 bulan sekali. Apa yang sudah saya lakukan dan juga terkait dengan aspirasi masyarakat yang tengah diusulkan, diproses maupun bahkan yang tidak bisa saya penuhi. Saya ingin menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang sebenarnya tentu saja. Bukan yang hanya mendekat saat musim kampanye,” urainya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler