fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dalam Sehari, Kebakaran Lahan Perhutani dan Kandang Terjadi di 6 Lokasi

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Selain kebakaran lahan perhutani di Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin dan di Kapanewon Rongkop yang menjadi perhatian masyarakat, ternyata UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul mencatat ada 4 titik lokasi kejadian kebakaran yang terjadi pada Rabu (16/08/2023). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi dalam seharian kemarin.
Kepala UPT Damkar Gunungkidul, Handoko mengatakan kebakaran yang terlaporkan yang pertama yakni di Kalurahan Ngawis Kapanewon Karangmojo. Kemudian tak berselang lama ada laporan mengenai kebakaran kandang di Padukuhan Ploso Doyong, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari.

“2 titik tersebut sama-sama Padukuhan Plosodoyong, Ngalang hanya beda lokasi saja,” katanya pada Kamis (17/08/2023) saat dikonfirmasi.

Menurut Handoko, dua titik kebakaran tersebut menimpa bangunan kandang ternak. Kebakaran pun terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu sekitar pukul 16.00 WIB sore. Beruntung ternak yang berada di dalam kandang berhasil dievakuasi oleh warga sebelum kandang ludes terbakar.

Berita Lainnya  Alat Berat Mendadak Terbakar, Kerugian Diperkirakan Capai Ratusan Juta

Sedangkan lokasi kebakaran lainnya adalah Kalurahan Ngawis, Karangmojo; Pucanganom, Rongkop; Kalitekuk, Semin; dan Sambirejo, Ngawen. Seluruhnya berupa lahan pertanian yang terbakar.

Ia mengatakan 5 kebakaran disebabkan oleh pembakaran sampah oleh warga. Sedangkan kebakaran di Semin hingga kini belum diketahui penyebabnya. Tiupan angin kencang pun turut memicu terjadinya kebakaran di 6 titik ini bahkan menjalar. Hingga kini, belum diketahui pasti berapa nilai kerugian akibat seluruh kebakaran ini.

“Kami meminta masyarakat lebih waspada mengingat potensi kebakaran lebih tinggi di musim kemarau seperti ini,” imbuh dia.

Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha UPT Damkar Gunungkidul, Ngadiyono menyebut sudah ada 37 kebakaran selama 2023.Kejadian tercatat sejak Januari hingga 10 Agustus lalu. Menurutnya, kebakaran paling banyak disebabkan oleh pembakaran atau perapian yang dibuat oleh warga.

Berita Lainnya  Dugaan Pelaku Pembuang Bayi di Semanu Masih Gelap

“Kerugian secara keseluruhan ditafsir mencapai 2 miliar rupiah,” ucap Ngadiyono.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler