Sosial
Derita Para Pekerja Proyek Pamsimas Ratusan Juta di Desa Sidoharjo, Harus Bekerja Keras Namun Tak Dibayar
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus sarat kejanggalan. Pasalnya sampai dengan hampir dua minggu pengerjaan, belum ada biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga. Bahkan muncul dugaan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara gotongroyong alias tanpa upah.
Pantauan dilapangan, dari papan proyek yang terpampang di lokasi, program tersebut menelan anggaran dana sebesar Rp 314 juta rupiah. Adapun rincian dana tersebut yakni bersumber dari APBN sebesar Rp 220.000.000, In Kind Rp 50.400.000, In cash Rp 11.600.000 dan APBDes sebesar Rp 32.000.000.
Dana tersebut digunakan untuk pembuatan bak penampungan air. Terdapat dua bak penampungan. Yang pertama berada atas bukit, di mana di tempat itu berdiri sebuah pondasi berukuran 4×4 meter dengan kerangka besi setinggi 2 meter.
Sedangkan lokasi yang berada di lokasi yang lebih rendah, berdiri pondasi bangunan berbentuk persegi dengan ukuran 2×2 meter.
Salah seorang pekerja proyek tersebut mengatakan bahwa dirinya dimintai tolong lewat perorangan untuk ikut membantu pengerjaan program Pamsimas di desanya. Namun demikian, dirinya tidak mengetahui mekanisme penggajian atau upah yang akan diterima dari jerih payahnya tersebut.
“Lha ini saya juga tidak tahu, di awal tidak ada rembugan terkait upah. Apakah digaji atau hanya gotong royong,” kata pria yang mewanti-wanti tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Ia menambahkan bahwa sudah bekerja lebih dari semingga. Selama minggu pertama bekerja, dirinya belum menerima upah. Namun ia menambahkan bahwa dirinya sendiri tercatat sebagai tukang.
“Di lokasi ini ada 12 an orang yang bekerja, kalau yang di atas mungkin 15 beda-beda kelompoknya,” kata dia.
Hal serupa juga dibeberkan oleh warga lainnya yang tengah bekerja di lokasi proyek tersebut. Sama halnya dengan pekerja yang sebelumnya ditemui, ia mengatakan bahwa dirinya ikut gotongroyong dalam pembangunan bak penampung air ini. Namun demikian dirinya tidak mengetahui apakah akan diberikan upah atau tidak.

Bangunan proyek pembangunan Pamsimas di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus
Ditemui dilokasi terpisah, yakni di proyek pembangunan bak yang ada di atas bukit, Dukuh Pule Kulon, Wardono memaparkan hal yang berseberangan. Menurutnya pekerja proyek akan mendapatkan upah, namun dengan besaran yang berbeda.
“Kalau tukang itu per harinya Rp 57 ribu. Kalau pekerja biasa Rp 50 ribu,” kata Wardono.
Nampak raut wajah kebingungan ketika pidjar-com-525357.hostingersite.com meminta tanggapan mengenai pekerjaan yang dilakukan secara gotongroyong. Ia berdalih bahwa partisipasi warga untuk proyek ini memang cukup besar. Sejak awal pengerjaan banyak masyarakat yang dengan suka rela ikut membantu.
“Iya hanya awal saja, sekitar 3 hari pertama,” ucapnya.
Dikatakannya, proyek tersebut tidak terikat waktu. Pasalnya pengerjaan bisa saja sewaktu-waktu dihentikan lantaran masyarakat mulai mempersiapkan lahan ketika awal musim panen tiba. Ia beralasan pekerja yang menggarap proyek itu semuanya warga setempat dan rata-rata bertani saat musim penghujan tiba.
Pidjar.com sendiri tak bisa terlalu banyak mengorek keterangan dari sang Dukuh. Ia justru memilih berlalu sembari mengajak para pekerjanya ketika awak media berusaha meminta waktu lebih untuk wawancara. Bahkan tak hanya para pekerja di bagian atas, para pekerja yang bagian bawah pun kemudian juga diajak membubarkan diri.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
