Sosial
Perjuangan Warga Harus Merangkak di Goa Demi Air Bersih
Purwosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wilayah Gunungkidul masih dilanda kemarau yang mengakibatkan kekeringan di mana-mana. Tak sedikit warga yang harus bersusah payah untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan. Pemandangan warga yang harus menjual harta bendanya hanya untuk membeli air menjadi pemandangan sehari-hari terutama ketika musim kemarau tiba.
Di tengah kesulitan yang terus dialami, secercah harapan didapat oleh warga Padukuhan Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari. Asa warga untuk menuntaskan masalah air bersih ini muncul pasca ditemukannya sumber air di sebuah goa. Sumber air tersebut sangat melimpah. Airnya yang sangat bersih membuat warga yakin bahwa air itu aman untuk dikonsumsi. Tak heran apabila saat ini, goa tersebut ramai oleh kedatangan warga yang ingin melihat langsung sumber air.
Namun demikian, saat ini dalam proses pengambilan air dari dalam goa tidaklah mudah. Belum adanya alat membuat warga harus masuk ke dalam goa untuk mengambil air. Warga bahkan harus merangkak untuk bisa menjangkau sumber air di dalam goa.
Mata air di dalam Goa Kedung Mbangsri itu ditemukan oleh Jumakir pada Senin (24/09/2018) silam. Saat itu, Jumakir bersama beberapa warga setempat tengah mencari kelelawar seperti biasanya. Namun saat menyusuri goa, sekitar 700 meter dari mulut goa, ia justru mendapati aliran air.
Kepala Dukuh Blado, Witanto mengatakan sunber air di goa Kedung Mbangsri sebenarnya sudah lama diketahui oleh warga. Jaman dulu sering digunakan oleh masyarakat untuk pengairan pertanian. Namun karena aksesnya susah dan air tidak berada di sekitaran mulut goa, warga takut jika harus masuk terlalu jauh ke dalam goa.

“Dulu untuk pertanian. Ya Alhamdulillah sekali sebenarnya, di saat warga begitu sulit mendapatkan air, tapi ternyata di goa ini menyimpan air dengan debit yang luar biasa,” kata Witanto, Kamis (27/09/2018).
Lebih lanjut, kekeringan di musim kemarau memang menjadi permasalahan klasik yang terus terjadi setiap tahunnya untuk warga Blado. Ketiadaan sumber air, membuat warga harus merogoh kocek yang lumayan dalam, sekitar 130 ribu per tanki untuk pembelian air bersih.
“Sangat terbantu. Setiap hari ramai dikunjungi oleh warga untuk mengambil air. Tapi kalau sekiranya sudah tidak memungkinkan akan distop, kasihan yang di dalam soalnya sempit,” imbuh dia.

Warga harus merangkak untuk bisa sampai ke sumber air
Tidak hanya warga setempat saja yang berbondong-bondong mengunjungi sumber mata air yang baru diketahui ini. Beberapa warga lain pun juga berdatangan untuk sekedar menonton dan mengambil air dari dalam goa. Menurut penuturan warga, air dari dalam goa ini segar dan dingin.
Penemuan sumber air melimpah ini menarik perhatian personel kepolisian. Pada Rabu (26/09/2018) kemarin, anggota Polsek Purwosari akhirnya terjun ke lokasi untuk mencoba medan di dalam goa itu. Ternyata benar adanya, membutuhkan usaha yang luar biasa untuk masuk ke dalam sumber air itu. Waktu sekitar 30 menit dibutuhkan anggota untuk bisa sampai di ketinggian air hampir 1 meter.
“Pengalaman yang luar biasa. Jalannya memang sempit, butuh tenaga ekstra. Warga masih berusaha mengeluarkan air pakai jet pam, tapi belum berhasil. Masih terus dicoba,” ucap personel Humas Polsek Purwosari, Brugadir Chrismawan.
Salah seorang warga, Triyanto berharap agar pemerintah bisa turun tangan agar nantinya air bisa diangkat ke permukaan. Menurut Triyanto, harapan warga memang sangat besar lantaran selama ini ia sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.
“Ya kalau bisa pemerintah bisa membantu menyediakan alat sehingga air bisa diangkat dan mudah bagi kami untuk mengambil,” terangnya.
Sementara itu, Camat Purwosari Agung Danarta mengaku sudah mendapatkan laporan perihal penemuan sumber air bersih di Goa Kedung Mbangsri. Ke depan, pihaknya akan melakukan penelitian terkait debit air di goa tersebut. Jika nantinya debit air besar dan kualitas air memenuhi syarat, pihaknya akan mengupayakan untuk mengangkat air.
“Mungkin dengan membuat sumur bor atau yang lainnya. Kita akan riset terlebih dahulu,” tutupnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
