Kriminal
Diajak Piknik ke Dieng, Bocah SMA Dicabuli di Kios
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Unit Reskrim Polsek Semin dibantu oleh unit Buser Satreskrim Polres Gunungkidul mengamankan FAR (30) warga Desa Semin, Kecamatan Semin. Ia ditangkap pihak kepolisian lantaran diduga melakukan tindakan melarikan anak di bawah umur sekaligus juga melakukan tindak persetubuhan terhadap Kembang (17), bocah di bawah umur warga Kecamatan Semin. Atas tindakannya tersebut, FAR yang saat ini telah ditahan terancam hukuman berat.
Kapolsek Semin, AKP Haryanta menjelaskan, penangkapan FAR sendiri berawal saat Sabtu (27/07/2019) kemarin, Unit Reskrim Polsek Semin mendapatkan laporan dari keluarga Kembang. Keluarga Kembang sendiri kebingungan mencari pelajar tersebut lantaran tidak ada di rumah. Selanjutnya, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan beberapa informasi lainnya petugas langsung melakukan pencarian di sejumlah wilayah.
Dalam penelusuran yang dilakukan polisi, kedua sejoli tersebut ditemukan tengah berada di sebuah tempat di Kecamatan Patuk. Kembang dan FAR kemudian digiring ke Mapolsek Semin untuk dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal diperoleh keterangan jika kedua pasangan berbeda usia belasan tahun itu telah menjalin hubungan kekasih selama beberapa waktu terakhir.
Komunikasi lewat handphone pun dilakukan keduanya secara intens. Hingga pada Jumat lalu, keduanya bertemu di sebuah kios di Kecamatan Semin. Saat pertemuan itu, ternyata FAR membujuk Kembang untuk melakukan persetubuhan. Beberapa kali ia berusaha meyakinkan remaja yang masih duduk di bangku SMA itu agar mau melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri.
“Di kios yang terletak di Kecamatan Semin tersebut akhirnya pelaku berhasil mencabuli korban. Pelaku membujuk korban jika nantinya terjadi sesuatu bersedia menikahi,” terang Haryanta.
FAR sendiri sebenarnya sebelum tertangkap polisi berniat untuk membawa kabur Kembang ke Dieng, Jawa Tengah. Namun di tengah perjalanan, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian. Saat ini pemeriksaan intensif tengah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.
“Untuk proses hukumnya tetap lanjut. Penyidik masih memintai keterangan dari sejumlah pihak,” imbuh dia.
Adapun pelaku dijerat pasal 332 KUHP subsider pasal 81 nomor 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak. Ancaman hukuman sendiri yakni 15 tahun penjara.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Semin, Ipda Mahmet Ali Bahonar mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Menurut dia, pelaku merupakan resedivis kasus yang sama. Saat ini keterangan lebih dalam tengah digali untuk menemukan adakah korban lain atau data-data lainnya.
“Pelaku merupakan residivis. Ini masih dalam pemeriksaan dan pengembangan kami,” ucap dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
