Sosial
Dibuat Dengan Dana Ratusan Juta, Taman Sepanjang Yang Tak Terawat Kini Berakhir Jadi Ajang Cari Rumput Warga
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Taman Sepanjang yang berada di simpang tiga masuk menuju arah Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari saat ini nampak tak terawat. Rumput liar tumbuh subur di atas tanah yang rencananya digunakan sebagai ruang terbuka hijau itu sehingga taman tersebut nampak kumuh dan tidak terawat, jauh dari keindahan.
Informasi yang berhasil dihimpun, Taman Sepanjang dibangun dengan dana Rp 183.748.000 sejak awal Oktober 2017 silam oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul. Akibatnya, Taman Sepanjang saat ini bukan merupakan ikon wisata, akan tetapi berubah menjadi lokasi bagi warga setempat untuk mencari rumput.
Salah seorang warga, Marjo ketika ditemui di Taman Sepanjang mengungkapkan, sudah sejak beberapa waktu ini warga memanfaatkan kawasan taman sebagai ajang mencari rumput. Menurutnya hingga saat ini memang taman tersebut tak terawat sehingga rumput-rumput bisa tumbuh dengan subur.
"Di sini rumputnya banyak, bisa untuk pakan kambing. Kalau saya pangkas sekarang nanti seminggu lagi sudah subur lagi," kata Marjo, Selasa (10/04/2018).
Meski dianggap menguntungkan bagi warga, namun kesemrawutan itu dianggap kekurangan bagi para wisatawan yang berkunjung. Sebab di lokasi tersebut seharusnya dapat dijadikan spot foto yang bagus, namun lantaran rumput liar yang menyelimuti tanah cukup lebat menjadikan wisatawan enggan untuk masuk ke dalam lokasi taman.
"Kalau mau ke dalam ya rumputnya aja rimbun kayak gitu. Banyak duri-durinya. Padahal ada patungnya itu bagus jadi spot foto," kata seorang wisatawan yang berhenti di sekitar lokasi, Ardani Kurina.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Priyanto mengatakan bahwa pembangunan taman tersebut memang belum sempurna. Untuk pembangunan lanjutan belum dapat dilakukan lantaran belum adanya anggaran.
"Kalau ada anggaram segera dilanjutkan. Tetapi kalau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum boleh ya antri dulu," kata Agus.
Ditambahkan Agus, pembangunan taman tersebut direncanakan untuk Ruang Terbuka Hijau. Disinggung mengenai besaran anggaran dengan hasil realisasi yang ada, Agus belum bisa berkomentar banyak.
"Ada gambar oleh konsultan besoknya. Coba ke PPTKnya dan saya lihat dulu," pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata2 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
