Sosial
Dukuh “Dipaksa” Mundur Lurah, Janaloka Gerudug DPRD Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Buntut dari mundurnya dua Dukuh di Kapanewon Ponjong setelah di demo warga beberapa waktu lalu, ratusan anggota Paguyuban Dukuh Janaloka mendatangi Sekretariat DPRD Gunungkidul, Rabu (01/02/2023) siang. Paguyuban menilai adanya indikasi pemaksaan dari Lurah Umbulrejo agar Dukuh Silingi mundur dari jabatannya.
Ketua Paguyuban Janaloka, Sutejo, mengatakan audiensi hari ini merupakan rangkaian setelah pihaknya melakukan audiensi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul hari Jumat minggu lalu. Pihaknya menilai perlunya dilakukan audiensi dengan DPRD karena salah satu fungsinya ialah pembentukan regulasi.
“Ini menjadi pengingat agar memperhatikan regulasi yang ada agar ditaati dan dilaksanakan,” kata Ketua Paguyuban Janaloka, Sutejo.
Kaitannya dengan mundurnya Dukuh Silingi, ia menduga adanya indikasi pemaksaan yang dilakukan Lurah kepada Dukuh Silingi saat proses mediasi di dalam ruangan. Hal itu juga menjadi dasar pendampingan yang dilakukan oleh Paguyuban Janaloka kepada Dukuh Silingi.
“Dari video tadi ini terindikasi ada pemaksaan, tentu ini sangat tidak mengenakan bagi Dukuh saat demo digebrak mejanya seperti tidak ada etika saja,” imbuhnya.
Pihaknya pun khawatir jika kejadian semacam ini dinormalkan maka tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi di lain tempat. Menurutnya, perlu adanya pendampingan baik kepada Lurah ataupun Dukuh tentang hak kewenangan dan kewajiban dalam menjalankan tugasnya.
“Dukuh kan ujung tombak pemerintahan, kalau nanti mundur karena di demo terulang lagi bisa saja tidak mau ada yang jadi dukuh,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan dengan adanya dua kasus Dukuh yang mundur dari jabatannya menjadi fokus tersendiri bagi pihaknya. Dijelaskannya, dalam pemberhentian dukuh sudah terdapat regulasi yang mengatur itu sehingga diharapkan baik Lurah dan Panewu dapat mencermatinya. Akan hal itu pihaknya juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi ke Penerintah Daerah Gunungkidul.
“Dari audiensi tadi kami sampaikan rekomendasi ke Bupati Gunungkidul diantaranya agar melengkapi regulasi teknis dalam rekomendasi Panewu terhadap pemberhentian dukuh,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
