Connect with us

Pemerintahan

Entaskan Permasalahan RTLH, Pemkab Gunungkidul Terapkan Dua Skema Kolaborasi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Gunungkidul, mengingat jumlahnya yang masih banyak. Pemerintah Kabupaten sendiri berupaya untuk menuntaskan permasalahan yang ada, beberapa skema untuk penanganannya telah diterapkan sebagai bentuk pemecah permasalahan yang ada.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) masih ada ribuan RTLH yang ditinggai oleh warga. Sejak menjabat sebagai Bupati, Endah berusaha turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan-pengecekan RTLH. Nyatanya memang masih banyak rumah dengan kondisi yang memprihatinkan ditinggali oleh pemiliknya.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya menggelontorkan program pembangunan untuk membawa perubahan dalam hal hunian warga.

“Saya meminta kepada masyarakat apabila di lingkungannya ada warga yang memang kondisi rumahnya tidak layak untuk melaporkan ke Bupati atau Baznas agar dapat ditindak lanjuti dan saya pastikan saya akan hadir sendiri untuk menyelesaikannya,” ucap Endah Subekti Kuntariningsih.

Saat ini pemerintah menerapkan dua skema dalam pengentasan RTLH di Gunungkidul. Yang pertama yakni, pemerintah menargetkan Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS) untuk 1.000 KK. Bantuan ini berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi serta pusat yang diperuntukkan bagi keluarga yang masih memiliki kemampuan ekonomi untuk swadaya.

Skema kedua yang diterapkan yakni menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membangun rumah tidak layak huni sesuai dengan kebutuhan penerimanya. Pada skema ini, khusus bagi keluarga penerima manfaat yang masuk kategori Desil 1 atau miskin ekstrem. Biaya pembangunan hunian secara keseluruhan ditanggung oleh Baznas.

Berita Lainnya  Sudah Mulai Dipasarkan, Perumahan Bumi Logandeng Asri Ternyata Belum Pegang Izin

“Dana yang ada di Baznas sebagian merupakan sakat dari ASN di Gunungkidul dalam pemanfaatannya berkaitan dengan program pengentasan kemiskinan, sosial dan lainnya. Nah kami minta kolaborasi dengan Baznas agar dana yang ada digunakan untuk membantu pengentasan RTLH,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Baznas Gunungkidul, Mustangid mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam menuntaskan permasalahan RTLH di Kabupaten Gunungkidul. Untuk itu, Baznas berkolaborasi dengan Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak serta tim PKH untuk melakukan assesment bagi warga-warga yang tidak mampu dan rumahnya masuk dalam kategori RTLH.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan salah satunya dengan menyediakan hunian yang layak serta penyertaan modal usaha,” ucap Mustangid.

Berkaitan dengan program pembangunan rumah, ia mengatakan tahun ini ditargetkan kurang lebih 60 unit rumah tersasar bantuan pembangunan dari Baznas. Sampai di bulan Maret ini, menurutnya sudah ada 23 rumah yang dibantu pembangunan secara penuh ataupun pada komponen tertentu.

Berita Lainnya  Kinerja Buruk dan Tak Disiplin, Tunjangan Kinerja PNS Bakal Dipotong

“Untuk pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, bisa full bangunan rumah, atap, lantai atau bahkan dinding dengan ukuran yang bermacam-macam. Estimasi anggarannya beda-beda tergantung kebutuhan juga, sekitar Rp 30 jutaan,” jelasnya.

“Tentu tidak sembarangan ya yang menerima bantuan ini adalah mereka yang benar-benar miskin ekstrim. Kalau program pemerintah kan harus swadaya, nah ini tidak. Kemudian prosesnya cepat kalau sudah ada permohonan dari kalurahan dan memenuhi standar maka dalam waktu hitungan hari langsung bisa eksekusi,” sambung Mustangid.

Pada prinsipnya, Baznas dengan hadirnya Baznas dalam pengentasan permasalahan sosial yang ada ini dapat membantu pemerintah dalam pemenuhan kelayakan hidup bagi warga Gunungkidul.

Berita Lainnya  Penuhnya TPAS Wukirsari dan Mandhegnya Rencana Pembangunan TPAS Banjarejo

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler