Pemerintahan
Hari Ini Cair, Dana Desa Turun Drastis
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul menyebut saat ini kalurahan tengah memproses pencairan dana desa tahap II untuk realisasi program kegiatan yang telah direncanakan. Meski nominal dana desa yang diterima tahun 2026 turun drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,namun program prioritas tetap berjalan dengan anggaran yang sangat terbatas. Direncanakan pencairan Dana Desa tahap II ini akan cair hari ini.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, Khoiru Rahmad Widiyanto, mengatakan 144 kalurahan telah mengajukan pencairan dana desa tahap II. Semula baru sekitar 89 yang mengajukan namun mendekati akhir Juni ini semuanya telah berproses.
“Hari ini targetnya sudah tersalur ke rekening masing-masing kalurahan,” kata Khoiru Rahmad.
Adapun dalam penyaluran dana desa yang hanya 40 persen untuk kalurahan mandiri dan kalurahan berstatus maju sebesar 60 persen dari total dana desa. Dalam pemanfaatannya mengacu pada Permendes no 16 tahun 2025 tentang petunjuk operasional atas fokus penggunaan DD tahun 2026.
“Program skala prioritasnya masing-masing kalurahan. Kalau untuk program pembangunan intrastruktur hanya beberapa saja karena keterbatasan anggaran yang asa,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, di tahun 2025 lalu, total dana desa yang diterima sekitar Rp 168 miliar, tahun ini toral keseluruhan dana desa untuk 144 kalurahan Gunungkidul hanya Rp 51,9 miliar dengan rerata masing-masing kalurahan hanyak mendapatkan sekitar Rp 300 juta saja.
Dengan penurunan nominal dana desa yang diterima ini, praktis sejumlah kegiatan yang telah direncanakan oleh pemerintah kalurahan tidak dapat direalisasikan atau terpaksa harus ditunda dengan mempertimbangkan kondisi anggaran yang ada.
Sementara itu, Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan tahun 2026 ini kalurahannya hanya mendapatkan Dana Desa sebesar Rp. 373.456.000. Anggaran tersebut digunakan untuk pemberian BLT sejumlah warga yang benar-benar membutuhkan, Honor kader kesehatan, honor pendidik PAUD, dan lainnya.
“Kami masih merealisasikan 1 pekerjaan infrastruktur berupa rabat beton dan RTLH. Tapi ya itu, dengan keterbatasan anggaran,” paparnya.
Selain itu juga menghadapi kenaikan harga material yang belakangan ini mengalami kenaikan signifikan. Sehingga harus ada penyesuaian barang maupun program.
“Tentu ada penyesuaian. Tapi ya harus tetap mendasar aturan dan regulasi termasuk standar harga barang dan jasa,” tutupnya
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial6 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized2 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Pemerintahan4 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
