Pemerintahan
Jelang Idul Adha di Tengah Merebaknya PMK, Ironi Bagi Peternak
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Semakin mendekati hari raya Idul Adha, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menghantui aktivitas perdagangan hewan ternak di Gunungkidul. Para pedagang ataupun peternak merasa khawatir ketika akan membawa hewan ternaknya ke pasar untuk dijual. Pasalnya tidak sedikit hewan yang justru terinfeksi PMK setelah dibawa ke pasar lantaran kemudian berinteraksi dengan ternak-ternak lainnya. Hal ini menjadi dilema bagi pedagang dan pembeli dalam melakukan aktivitas perdagangan di tengah bayang-bayang PMK.
Salah satu pedagang sapi asal Kapanewon Playen, Edi Susanto, mengungkapkan, dirinya cukup khawatir dengan merebaknya PMK di Gunungkidul. Dia merasa was-was ketika harus membawa sapinya ke pasar hewan untuk mencari pembeli. Hal itu membuat Edi akhirnya lebih memilih mengandangkan sapinya terlebih dahulu guna mengantisipasi penularan PMK terhadap ternaknya.
“Ya dibilang takut ya takut kalau dibawa ke pasar, saya ke pasar cuma mau lihat-lihat saja,” ungkapnya.
Meski pasar hewan sudah diperbolehkan dibuka, namun kondisi pasar sendiri memang cenderung sepi dibandingkan biasanya. Sepinya aktivitas ini juga berdampak pada minimnya transaksi jual beli hewan di pasar karena pedagang kesulitan mencari pembeli saat ini. Dampak lain yang terjadi ialah turunnya harga hewan ternak yang berangsur-angsur terjadi sejak beberapa waktu terakhir ini. Hal ini menjadi pukulan yang cukup telak bagi peternak ataupun pedagang seperti dirinya lantaran biasanya saat momen menjelang Idul Adha menjadi ajang panen bagi kalangan mereka.
“Sekarang pedagang lebih milih nurunin harganya, lebih milih cepet laku daripada kena PMK. Kalau turunnya sekitar Rp. 2 juta sampai Rp. 6 juta,” imbuh Edi.
Salah satu pembeli asal Kalurahan Mulo, Wawan, mengatakan, dirinya juga belum berani membeli sapi semenjak merebaknya PMK di Gunungkidul. Ia ke pasar pun hanya ingin melihat kondisi dan hewan-hewan yang diperdagangkan. Padahal biasanya, dirinya bisa membeli tiga ekor sapi sekaligus pada momen menjelang Idul Adha seperti sekarang.
“Saya juga khawatir merebaknya PMK, saya sebagai pembeli juga terdampak. Sapi yang saya jual juga sulit nyari pembeli,” jelasnya.
Sementara itu, Pengelola Pasar Hewan Siyonoharjo, Isnaning Suindarti, membenarkan jika transaksi hewan ternak di pasar mengalami penurunan semenjak meluasnya PMK di Gunungkidul. Penurunan transaksi itu bahkan hingga separuhnya dibandingkan dengan hari biasa. Menurutnya, sepinya transaksi jual beli karena baik pedagang dan pembeli sama-sama khawatir dan takut terhadap PMK. Kondisi itu berdampak juga pada penurunan harga hewan ternak, untuk jenis sapi penurunan harganya bisa mencapai Rp. 6 juta per ekornya.
“Sapi yang besar itu biasanya harganya Rp. 30 juta, katanya sekarang harganya turun jadi Rp. 24 juta,” papar Isnaning.
-
Uncategorized21 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized20 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized16 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
