Pemerintahan
Kawasan Selatan Selalu Terdampak Kekeringan, Keberadaan Jaringan Pipa Tanpa Aliran Air Disoroti
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul terus mendorong PDAM Tirta Handayani agar lebih serius dalam mempersiapkan diri untuk penanganan kebutuhan air. Sebagaimana diketahui, setiap kali musim kemarau tiba, ratusan ribu warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Sebagian besar dari warga bahkan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli air dari swasta yang menjadi satu-satunya solusi. Sejumlah permasalahan menjadi pokok pembahasan kalangan DPRD. Diantaranya adalah peningkatan debit air serta masih banyaknya pipa yang dipasang, namun tak kunjung teraliri air bersih.
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Timbul Suryanto menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak PDAM Tirta Handayani agar berupaya lebih keras untuk mengatasi masalah air bersih. Timbul mencatat, ada 5 kecamatan yakni Paliyan, Saptosari, Panggang, Purwosari dan Tanjungsari yang selalu terdampak kekeringan parah setiap tahunnya. Bencana yang berulangkali terjadi ini membuat DPRD merasa perlu untuk meminta penjelasan detail untuk mengetahui langkah-langkah apa dan bagaimana yang bisa diambil. Ia menyebut bahwa, penanggulangan kekeringan adalah menjadi tugas pemerintah kepada warganya.
“Kami mendengar beberapa penjelasan, masalah air di wilayah selatan itu karena debit airnya kurang. Kemudian ada solusinya yakni dengan menaikan debit air dari sumber luweng Wuluh Kumet dari 3 liter per detik menjadi 100 liter per detik,” ucap Timbul, Rabu (11/03/2020).
Ia menambahkan, saat ini PDAM juga tengah menyusun dokumen perencanaan agar proyek tersebut dapat dikerjakan pada tahun 2020. Proyeksi pendanaan sendiri akan menggunakan dana dari APBN.
“Kalau memang mampu 100 liter per detik, dihitung kebutuhan maka masyarakat tidak akan lagi kekeurangan air saat kemarau nanti,” terang dia.

Untuk itu, pihaknya akan mengawal agar program tersebut dapat segera direalisasikan. Selain itu, pihaknya juga menyoroti banyaknya pipa yang dipasang. namun tidak pernah dilewati air.
“Seperti di Temuireng, Girisuko, Kecamatan Panggang itu banyak pipa yang tidak dialiri air. Kita tanyakan kemarian alasannya, ternyata sama, debit airnya kurang. Nanti ketika debit air bisa dinaikan akan kita lihat lagi sudah tersalur air belum di sana,” kata Timbul.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Bappeda Gunungkidul, Bambang Riyanto, memaparkan, dua luweng di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang memang akan dipasangi peralatan penyedot air sungai bawah tanah. Dua luweng tersebut ialah luweng Grubug dan Wuluh Kumet.
“Potensi air pada sungai bawah tanahnya cukup melimpah, debitnya akan menyesuaikan,” papar Bambang.
Diharapkan, dua luweng ini akan mengaliri air bagi masyarakat di sekitar Panggang dan sebagian wilayah Panggang. Nantinya dalam pembangunannya akan disiapkan anggaran sebesar Rp 21,75 miliar yang bersumber dana dari APBN.
“Untuk teknologi yang digunakan hampir sama, menggunakan alat penyedot air yang dirancang mampu memiliki kapasitas besar,” terang dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
