fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia Sudah Terima Dana Santunan dari KPU

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari, (pidjar.com)–Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah memberikan santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur saat bertugas. Untuk Kabupaten Gunungkidul, santunan tersebut diterima oleh keluarga Gunawan (50), seorang anggota KPPS warga Padukuhan Sambirejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu meninggal dunia akibat kelelahan.

“Bantuannya berupa uang tunai yang ditransfer langsung ke rekening ahli waris atau keluarga,” kata Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, Senin (03/06/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, santunan yang ditransfer tersebut sebesar Rp. 36.000.000,-. Kendati demikian, dikatakan Hani bantuan yang cair dari KPU RI tersebut hanya untuk korban meninggal dunia.

“Untuk korban sakit belum ada keputusan,” tandasnya.

Menurutnya, pemerintah lebih mendahulukan KPPS yang meninggal dunia karena berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Hal itu lantaran banyaknya pengajuan bantuan sehingga perlu diklasifikasikan. Terkait dengan wacana patungan, untuk membantu korban sakit akibat kelelahan saat bertugas, Hani menunggu keputusan KPU RI.

Berita Lainnya  Terpantau Mangkrak, Rest Area Bunder Bakal Dapat Prioritas Pengembangan

“Itu memang wacana apabila pemerintah tidak memberikan santunan tapi kaitannya kapan patungan itu, kami belum ada keputusan,” kata dia.

Sementara komisioner KPU Gunungkidul, Rohmad Komarudin mengatakan, seusai proses pemungutan suara terdapat tiga korban KPPS sakit akibat kelelahan. Pihaknya pun masih menunggu keputusan pusat dalam mensikapi.

“KPU Gunungkidul sudah berusaha maksimal mendampingi pengajuan dana santunannya ke KPU RI, karena yang berwewenang menentukan kan pusat, kami cuma mengkoordinasikan saja,” kata dia.

KPU DIY, Minggu (02/06/2019) kemarin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga KPPS yang meninggal saat bertugas. Seperti yang dikabarkan sebelumnya, seorang petugas KPPS yang sudah mempersiapkan diri untuk bertugas dalam gelaran pesta demokrasi justru harus terhenti di jam-jam terakhir menjelang pemungutan suara. Gunawan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (17/04/2019) pagi lantaran sakit yang ia derita. Padahal sejumlah persiapan untuk ikut menyemarakkan pesta demokrasi telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. (Ulfah Nurul Azizah)

 

Berita Lainnya  Semua Ditanggung APBN, Prona Tak Boleh Bebani Masyarakat

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler