Uncategorized
Keperegok Selingkuh, Warga di Ngloro Didenda 200 Sak Semen dan 10 Truk Pasir Untuk Bangun Jalan
Saptosari,(pidjar.com)– Warga Padukuhan Karangnongko RT 10, Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, menerapkan sanksi sosial terhadap pasangan yang menjalin hubungan terlarang dan kepregok oleh warga. Sanksi yang diterapkan pun tak biasa, yakni pasangan selingkuh ini diwajibkan memberikan sejumlah material untuk pembangunan jalan.
Ketua RT 10 Karangnongko, Tugiman, mengungkapkan, peristiwa itu bermula ketika beberapa waktu lalu di padukuhan tersebut digelar rapat bulanan. Di tengah kegiatan, terdapat dua warga yakni P (perempuan) dan S (laki-laki) yang secara bergantian izin meninggalkan lokasi rapat.
Warga lain pun merasa curiga atas hal tersebut, kemudian secara beramai-ramai mereka melakukan pengecekan dan mendapati pria berinisial P masuk ke rumah milik S. Setelah beberapa waktu, keduanya keluar dari rumah dan langsung diamankan warga untuk dimintai klarifikasi.
“Warga menunggu sampai keduanya keluar, kemudian dibawa ke rumah untuk dimintai penjelasan,” ujar Tugiman.
Saat itu, pasangan selingkuh ini mengakui atas hubungan yang dijalin. Warga kemudian bersama dengan tokoh masyarakat melakukan rapat bersama dan disepakati bahwa keduanya diberikan saksi sosial dengan wajib menyediakan 200 sak semen dan 10 rit pasir.
“Material tersebut untuk pembangunan jalan disini,” jelasnya.
Menurut Tugiman, keputusan tersebut diambil secara mufakat sebagai bentuk pembelajaran sosial agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan masyarakat.
Adapun material tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan kampung sepanjang kurang lebih 200 meter yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong pada 3 hingga 4 Mei 2026.
“Sudah dilakukan perbaikan jalan menggunakan material tersebut,” sambungnya.
Menurutnya memang kondisi jalan di wilayah tersebut ada kerusakan, banyak yang berlubang dan lapisan aspal mulai rusak di sejumlah titik.
Menurut Tugiman, keputusan tersebut diambil secara mufakat sebagai bentuk pembelajaran sosial agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan masyarakat. Sekaligus untuk pelajaran bersama bagi masyarakat.
“Ini baru pertama kali terjadi di lingkungan kami. Semoga cukup menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
