Connect with us

Sosial

Menderita TBC Akut, Seniman Campursari Asal Ponjong Hampir Putus Asa

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lama tak berkiprah di dunia seni, Johan Marbandi Leo Suhono (41) dikabarkan menderita sakit parah hingga membuatnya terbaring lemah tak berdaya. Penyakit Tuberkulosis atau TBC akut yang menyerangnya sejak lama membuat penyanyi campur sari ini berhenti dari pekerjaan yang membesarkan namanya tersebut.

Setahun terakhir, Leo yang merupakan warga Padukuhan Kerjo II, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong ini kondisi fisiknya terus menurun. Bahkan kini ia hanya bisa berbaring dalam keadaan tubuh yang kurus kering. Pengobatan demi pengobatan dijalani demi kesembuhannya, meski ia masih sering mengeluhkan atas kondisinya yang tidak bisa melakukan apapun kecuali berbaring.

Dengan kondisinya yang seperti ini, Leo sangat mengharapkan perhatian dari orang-orang terdekatnya. Namun TBC yang diidapnya membuat tak banyak orang yang berani mendekati lantaran penularannya yang sangat cepat lewat udara. Sejak bercerai dengan istri, sehari-harinya ia hanya tinggal bersama sang kakak, Tina Aswanti (45) yang menderita tuna wicara. Sedangkan lima kakak Leo lainnya tinggal di luar kota.

Berita Lainnya  Belum Ada Obat dan Vaksin untuk Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes Soal Kesembuhan Pasien

Dalam hari-harinya yang terlunta, ia sering mengeluhkan rasa sakitnya kepada Tuhan dan meminta untuk segera disembuhkan. Leo yang juga menjalani profesinya sebagai MC ini tentu sudah tidak tahan terhadap apa yang dialaminya. Uang yang bertahun-tahun lamanya dikumpulkan dari hasil kerja keras, kini ludes demi pengobatan yang tak kunjung mereda. Saat ini dalam pintanya, ia hanya ingin sembuh sehingga tak ada lagi TBC yang menggerogoti paru-parunya.

Seniman IPG (Ikatan Perupa Gunungkidul), Danang mengatakan, berbagai macam pengobatan telah dilakukannya mulai di Puskesmas terdekat hingga ke luar kota. Seperti yang dilakukan terakhir saat melakukan pengobatan ke Semarang, dikatakan saat itu penyakitnya hampir sembuh total. Namun karena Leo merasa sudah sehat, ia pun kembali ke Gunungkidul. Namun setibanya di rumah, kesehatannya semakin drop sehingga harus dilarikan ke RSUD Wonosari.

Deritanya pun belum berakhir. Meski tertolong lantaran cepat dibawa ke Rumah Sakit, namun tak seorang pun yang berani menemani Leo lantaran penyakit menularnya. Lagi-lagi hal ini dipicu oleh kekhawatiran mereka yang takut tertular dengan penyakit mematikan tersebut. Sementara Tina pun turut tak bisa menemani lantaran kondisinya yang tuna wisma tidak memungkinkan untuk berkomunikasi dengan dokter.

Berita Lainnya  Volume Naik Hampir 2 Kali Lipat, Ketinggian Sampah di TPAS Wukirsari Capai 7 Meter

“Saya berharap ada relawan yang bersedia menemani Leo di rumah sakit dan membantunya menjalani perawatan medis,” ungkap Danang.

Kondisi Leo Membaik, Bantuan Terus Berdatangan

Derita tak mungkin selamanya diterima, sebab Tuhan yang Maha Adil akan memberikan kebahagian dibalik derita yang dialami seseorang. Seperti yang dialami Leo, meski sempat menderita karena sakitnya dan dijauhkan dari banyak orang karena penyakit menularnya, kini banjir empati dari berbagai pihak. Sejak santer diberitakan media massa, berbagai kalangan seniman hingga relawan IKG Bakmi Jawa memberikan bantuan untuk meringankan beban Leo.

Tak hanya itu saja, sejak dirawat di kamar isolasi, kondisi tubuhnya berangsur-angsur mulai membaik. Kondisi ini jauh berbeda dibanding saat dirinya masuk ke rumah sakit dalam keadaan yang sangat lemah. Saat ini pun di kamar perawatannya ia sudah ditemani oleh seorang wanita kiriman keluarganya yang ditugaskan untuk membantu Leo menjalani pengobatan.

Berita Lainnya  Musim Tanam Kedua, Petani Dihimbau Tak Tanam Padi

Dukuh Kerjo II, Sarju mengakui, kondisi Leo semakin membaik dan berangsur sehat. Kakak-kakaknya yang berada di luar kota pun turut membantu dari segi dana meski belum terlihat datang menjenguknya. Meski begitu, kondisi Leo saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Hal ini tentu membuat secercah senyum dari bibir Leo yang sempat putus asa akibat penyakit yang dideritanya.

“Sekarang sudah mendingan, meski penyakitnya lumayan parah. Semoga lekas membaik dan bisa beraktifitas seperti biasanya,” ucap Sarju.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler