Peristiwa
Merapi Meletus Freatik Lagi, Hujan Abu Diperkirakan Tak Sampai Masuk ke Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gunung Merapi pada Senin (21/05/2018) dini hari tadi terpantau meletus lagi. Namun letusan berjenis freatik (akibat dorongan uap air) ini tak sebesar yang terjadi pada 11 Mei 2018 silam di mana ketinggian awan panas mencapai 5.500 meter. Sebagaimana informasi yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan freatik skala kecil terjadi pada sekitar pukul 01.25 WIB selama 19 menit. Letusan tersebut menimbulkan ketinggian uap mencapai 700 meter dari kawah.
Hinggsa saat ini, masih belum ada dampak signifikan dari letusan yang terjadi. Tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun luka serta kerusakan yang terjadi akibat letusan freatik yang kedua selama bulan Mei 2018 ini. Status Gunung Merapi sendiri hingga saat ini masih dalam status normal dan saat ini sudah dalam kondisi relatif tenang.
Meski demikian, dampak dari letusan kecil itu menimbulkan hujan abu terutama di wilayah barat Gunung Merapi. Yang terpantau, hujan abu skala kecil terjadi di kawasan Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sementara untuk di wilayah DIY, terutama di Kabupaten Sleman, belum ada laporan terjadinya hujan abu.
Meski aktifitas masyarakat berjalan normal dan tidak sampai ada proses evakuasi, akan tetapi letusan yang terjadi tersebut membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk pembatasan pendakian di sekitar Puncak Merapi. Para pendaki dari kalangan umum hanya diperbolehkan untuk melakukan pendakian sampai Pasar Bubar, sementara untuk pendakian yang berkaitan dengan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana, diperbolehkan sampai mendekati puncak. Kebijakan ini ditempuh lantaran kondisi morfologi puncak Merapi saat ini sangat rawan terjadi longsor sehingga membahayakan pendaki umum.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki memaparkan, letusan freatik yang terjadi pada dini hari tadi masuk dalam skala kecil. Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan maupun korban yang diterima pihaknya. Lantaran kecilnya skala letusan tersebut, berdasarkan perkiraan, tak akan sampai menimbulkan hujan abu yang sampai ke wilayah DIY, khususnya Kabupaten Gunungkidul. Di kawasan bagian barat lereng Merapi sendiri hujan abu yang terjadi relatif tipis dan diperkirakan hanya merupakan sisa-sisa material letusan.
“Perkiraan (hujan abu) tak akan sampai ke wilayah Gunungkidul,” ungkap Edy, Senin pagi.
Meski demikian, pihaknya saat ini tetap menyiagakan personel yang siap diterjunkan sewaktu-waltu jika diminta oleh BPBD Sleman untuk membantu proses antisipasi bencana di kawasan lereng Merapi. Pihaknya juga telah mempersiapkan stok masker yang nantinya siap dibagikan ke warga masyarakat bilamana terjadi hujan abu.
“Hanya antisipasi saja, semuanya kita persiapkan. Sejauh ini normal kok,” lanjutnya.
Meski telah 2 kali mengalami letusan freatik, status Gunung Merapi sendiri saat ini masih dalam level 1 alias normal. Letusan ini adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Jenis letusan ini tidak terlalu berbahaya dan berdampak signifikan.
Atas pantauan ini, Edy meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh.
“Situasi masih aman terkendali, jangan mudah mempercayai kabar-kabar yang beredar. Jika nanti ada perkembangan pasti akan dirilis dan disampaikan kepada masyarakat,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
