Budaya
Nandur Srawung #11 “WASIAT: Legacy”, Pertautan Seniman dan Sejarah
Jogja,(pidjar.com)–Pembukaan Nandur Srawung #11 “WASIAT: Legacy” diselenggarakan pada Hari Kamis, 15 Agustus 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dian Lakshmi Pratiwi selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY membuka pameran Nandur Srawung XI menghidupkan kembali jejak para maestro, menjalin warisan masa lalu dengan kreativitas masa kini.
Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan pameran NS adalah satu agenda unggulan dari TBY. Gelaran NS XI menjadi bagian tugas kerja TBY dalam mengembangkan dan mengelola TBY menjadi laboratorium dan ruang eksperimen yang merujuk warisan sebagai pusaka.
“Agenda kita ialah satunya implementasi nilai Mikul Dhuwur Mendhem Njero. Bagian dari mana kita memaknai apa yang sudah diberikan oleh generasi penerus kita, khususnya di seni rupa. Saat ini kita berada di agenda di mana kita akan diajak berjalan meniti periode saksi sejarah. Bagaimana peran dan kontribusi seniman seniman rupa dari dulu sampai dengan sekarang. Tentu saja itu dengan maksud dan makna yang cukup mendalam. Inilah tantangan masa lalu yang harus dihadapi masa kini. Dengan melihat dialog dialog yang terjadi Antara masa lalu dan masa sekarang,”ujar Dian.
Kepala TBY, Purwiati mengatakan pameran Nandur Srawung XI kali ini akan menganugerahi dua seniman. Event tahunan tersebut sudah melalui kurasi yang ketat. Kali ini menghadirkan program acara yang menarik seperti Bursa Seni, Srawung Sinau, Nandur Gawe, Gallery Tour, dan banyak program menarik lainnya.
“Ada 5 kurator yang bekerja sama dengan Taman Budaya untuk bisa mewujudkan Nandur Srawung ke-11 yaitu Sujud Dartanto, Irene Agrivine, Rain Rosidi, Bayu Widodo, dan Arsita Pinandhita. TBY memberikan ruang seluas-luasnya untuk seniman. Dan kami selalu koordinasi dengan teman-teman seniman, apa yang belum terakomodir di Taman Budaya Yogyakarta,”ujar Purwiati.
Adapun dalam menyajikan praktik baik pewarisan kepada publik, tim kurator membagi ruang pameran menjadi beberapa klaster berdasarkan periode perkembangan seni rupa di Indonesia.
“Periodenya meliputi Bangsa Merdeka dan Rayuan Pulau Kelapa (1945-1955), Suara Rakyat dan Gelanggang Warga Dunia (1955 an hingga 1965), Lantunan Lirisisme dan Perayaan Bentuk (1965-1975), Menggali Akar dan Mendobrak Batas (1975-an hingga 1885-an), Pengembara di Dunia Mental dan Mimbar Bebas (1985-an hingga 1995-an), Seni Publik dan Media Baru (1995-an hingga 2005-an), dan Seni Pop dan Kampung Global (2005-2015),”ujar Pratiwi kembali.

Di sisi kuratorial, Sujud Dartanto menuturkan pihak kurator merancang satu tema yang diangkat dari masyarakat terkait dengan sejarah seni rupa Indonesia yaitu “WASIAT Legacy”. Di mana warisan seni rupa dari para seniman pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar terhadap dunia seni rupa dan sejarah Indonesia.
“Seniman tidak hanya membuat karya seni yang menginspirasi, tapi juga mengeksplorasi bagaimana warisan tersebut mempengaruhi seniman masa kini dalam berbagai aspek seperti sosial, budaya, dan artistik. Tujuannya ialah seniman dapat bertaut dengan sejarah,”tutur Sujud.
Sujud melanjutkan dalam pameran NS kali ini mengusung lima nilai visi NS, yaitu inklusi, rekreasi, edukasi, inovasi, dan kolaborasi.
“Pada penyelenggaraan kesebelas ini, NS menghadirkan program yang dapat diikuti oleh publik seni, masyarakat umum, tentunya secara gratis,”ujar Sujud.
Pameran NS XI “WASIAT: Legacy” menampilkan 81 karya dari 75 seniman dengan menggali berbagai interpretasi pribadi tentang makna wasiat dalam seni. Pameran berlangsung pada tanggal 15-28 Agustus 2024 di TBY. Pameran terbuka untuk umum dan gratis. Acara tersebut dimeriahkan oleh Dub Youth x Wayang Polah Artutala. (Apr)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
