Connect with us

Budaya

Sosialisasi Pencegahan Covid Melalui Gending Jawa Apik

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus corona yang melanda berbagai daerah tak terkecuali Kabupaten Gunungkidul memunculkan inisiatif Dinas Kebudayaan Gunungkidul untuk meluncurkan sebuah gendhing jawa. Gending atau lagu tersebut berisi mengenai himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Pembuatan gending ini tergolong singkat, tidak sampai 24 jam gending jawa ini dibuat dan kemudian dilakukan rekaman.

Kepada Pidjar.com Kepala Seksi Seni dan Flim, Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Purnawan menceritakan, selepas virus corona masuk ke Gunungkidul, Dinas Kebudayaan berinisiatif untuk berkontribusi dalam rangka sosialisasi pencegahan corona. Dari situ gagasan untuk membuat gending Jawa pun muncul. Purnawan yang merupakan seniman ini kemudian berusaha membuat lirik lagu jawa yang diiringi dengan musik gamelan.

Berita Lainnya  Digelar di Bulan Suro, Rasulan Padukuhan Bedalo Tetap Berlangsung Meriah

Lirik lagu sendiri ia kebut selama satu malam, setelah lirik dan ketukan gamelan selaras, ia baru melakukan rekaman pada hari itu juga. Diceritakannya, dalam lagu ini mengandung isi bagaimana langkah-langkah untuk mencegah atau menangkal virus corona.

Kebetulan di rumah Purnawan terdapat seperangkat gamelan lengkap dan perangkat home recording sederhana. Sehingga dalam prosesnya, bisa ia lakukan secara mandiri. Purnawan merupakan pemilik Omah Seni Tanjung Anom sehingga ia sendiri cukup fasih dalam bidang kesenian. Kala itu 12 April 2020, virus corona sudah mulai mewabah di Gunungkidul, dalam proses pengisian musik hanya ia lakukan bersama anaknya yakni Fajar Satri Widayatno.

“Anak saya berperan ganda. selain ikut membantu mengisi rekaman tiap-tiap instrumen gamelan, tugas utamanya adalah mengoperasikan perangkat recordingnya, sampai pada tahap mixing dan mastering hasil audionya,” kata Purnawan, Minggu (31/05/2020).

Gending jawa dengan iringan musik gamelan tersebut ia beri judul Tangkal Corona. Pesan yang terkandung mengingatkan seluruh warga masyarakat mengenai bahaya virus ini. Kemudian mendorong masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah, jaga jarak, cuci tangan menggunakan sabun, penggunaan masker hingga pembatasan aktifitas.

Berita Lainnya  Temukan Kejanggalan Dalam Sejarah Gunungkidul, Bupati Minta Dinas Lakukan Kajian Ulang

“Tetap berolahraga, menjaga asupan gizi dan yang utama tenang tidak panik. Ini sebagai media sosialisasi dari Dinas Kebudayaan yang harapannya mudah dicerna dan diterima oleh masyarakat Gunungkidul terutama yang kalangan senior,” jelasnya.

Untuk proses rekaman dan lajnnya pun tergolong cepat. Ia juga meminta bantuan dari Susmiyati, Sinden Senior Gunungkidul sebagai pengisi suara dalam gending tersebut.

“Harapan kami juga besar mudah-mudahan lagu tersebut dapat menghibur, sebagai pengingat masyarakat juga. Dan tentunya mendorong masyarakat untuk bisa menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Gending jawa ini sudah dirilis di youtube. Sehjngga bagi masyarakat yang ingin menikmati alunan gamelan dan lirik jawa yang apik ini bisa menikmatinya di youtube. Untuk videonya sendiri dibantu oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Gunungkidul. Sejumlah kegiatan kesenian, kondisi Gunungkidul juga tergambarkan.

Berita Lainnya  Bawaslu Tekankan Rasulan Tak Boleh Ditunggangi Kepentingan Politik

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler