Peristiwa
Panik Kebakaran Lahan Semakin Meluas, Warga Sampai Umumkan Lewat Pengeras Suara Masjid
Ngawen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kebakaran lahan kosong di Gunungkidul masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Sulitnya pasokan air terutama di kawasan-kawasan pinggiran mengakibatkan proses pemadaman kebakaran sulit dilakukan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan lantaran kebakaran lahan tersebut berpotensi besar meluas dan bahkan mengancam pemukiman warga.
Seperti yang terjadi di sebuah hutan jati di Padukuhan Gambarsari, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Selasa (09/10/2018) kemarin, lahan seluas 6 hektar diamuk si jago merah. Warga sempat panik lantaran api dengan cepat menyebar dan bahkan hampir mencapai pemukiman.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang warga setempat membakar sampah di ladang terbuka, namun karena cuaca yang begitu panas dan angin bertiup kencang dengan cepat api merembet ke petak ladang lainnya. Semula Lasono warga pemilik lahan telah berupaya memadamkan api. Sayangnya upaya itu tidak membuahkan hasil.

Lokasi kebakaran yang terpencil membuat pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual
Api terus membesar dan melalap beberapa petak lahan lainnya. Lantaran tak kuasa memadamkan api itu, ia lantas melapor ke sejumlah pemilik lahan lainnya. Sejumlah orang pun berupaya melakukan pemadaman api dengan alat ala kadarnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memadamkan api yang terus merembet, lantaran ketiadaan air. Masyarakat sempat dibuat kewalahan lantaran proses pemadaman yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.
“Sampai kami siarkan di masjid untuk meminta bantuan warga lain dalam proses pemadaman. Hanya pakai alat manual dibantu oleh Bhabinkamtibmas desa Jurang Jero,” kata Gunawan, salah seorang warga setempat, Rabu (10/10/2018).

Lebih lanjut, proses pemadaman memang hanya dapat dilakukan dengan teknik manual. Pasalnya lahat tersebut berada di pegunungan, selain itu juga di wilayah tersebut sulit pasokan air sehingga tidak ada air yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Selama ini, di kawasan tersebut, memang menjadi langganan kebakaran lahan. Di musim kemarau ini misalnya, sudah 2 kali terjadi kebakaran lahan.
“Untuk faktor utamanya karena warga membakar sampah kemudian merembet ke lahan lain, jati dan akasia habis terbakar. Perilaku ini yang harus diubah, musim seperti ini sangat rawan kebakaran,” imbuh dia.
Gunawan menuturkan, kebakaran demi kebakaran lahan ini memang sangat meresahkan warga di lingkungannya. Seperti pada kejadian kemarin, api yang terus membesar nyaris merembet ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Ngawen, Aipda Jayadi memaparkan dari pihak kepolisian dalam mengantisipasi kebakaran lahan selalu menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas yang berkaitan dengan api. Pasalnya sangat rawan terjadi kebakaran jika lalai sedikit saja dalam melakukan aktifitas semacam ini.
“Musim kemarau memang sangat perlu diwaspadai kalau untuk beraktifitas yang menggunakan api. Setiap kali ada kesempatan pasti selalu kami beri himbauan ringan,” kata Jayadi.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktifitas lebih meningkat lagi. Sehingga kejadian kebakaran hutan sangatlah minim, paling tidak jika membakar sampah ditunggui terlebih dahulu jika sudah benar-benar padam boleh ditinggal, kemudian untuk membuang puntung rokok juga tidak sembarangan.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
